
Sabtu, 23 Juni 2012
[mencari makna] Solidarity

Jumat, 01 Juni 2012
[random] Habis UN Terbitlah CINTA
Kamis, 29 Maret 2012
Koagulasi, di Waktu yang Salah
Sabtu, 03 Maret 2012
Ujian Praktek: Baca Puisi
Sebuah parade kehidupan dimulai
Diuntai cerita demi cerita sesuai skenario
Dalam sepi aku terdiam, terduduk lunglai
Karena tak ada penawaran, dan telah ditetapkan sepanjang rasio
Parade kehidupan dimulai
Pita-pita kisah dianyam dengan polaNya
Dalam bingar aku termenung, menghitung hadiahNya
Betapa, kepadaku Pemilik Semesta ini amat baik
Di sini, aku sebagai salah satu lakon
Bukan protagonis apalagi antagonis
Kalian dengar! Akulah lakon!
Tak pula si manis ataupun si sadis
Tapi…
Inilah aku…
Aku bukanlah seorang napi…
Karena aku hanya seorang bodoh yang menggigit kuku…
Sering diri bertanya, “Apa makna eksistensi?”
Dengan limpahan sungai harta penghapus dahaga duniawi
Teruntuk jiwa-jiwa lain, apa sejatinya diri?
Adakah sebagai kurir rizki kepada orang-orang ini?
Orang-orang yang terpinggirkan
Yang dicaci, dimaki, dikatai
Yang dicap pemalas, parasit masyarakat
Yaaah…
Akulah yang disebut-sebut pemalas…
Tapi aku bukan pemarah
Karena aku hanya bisa mengandalkan satu tarikan napas
Orang-orang ini tetaplah manusia
Patut diberi uluran tangan yang mampu
Menghabisi putus asa mereka
Saat mentari menghujam terik
Aku menengadah tangan dan menunduk
Jam usang di tangan terus berderik
Menunggu koin demi koin di ujung tanduk
Dan tatkala bulan tertutup mendung hitam
Aku meringkuk tak berdaya bagai ulat
Tak pula aku menjadi naik pitam
Karena takdirku tuk dipeluk lalat
Di parade ini pula kutemui
Tak sedikit cibiran penuh iri
Kemanisan semu yang terbitkan muak
Keikhlasan yang dipaksa-paksakan
Sungguh aku tak minta
Untuk bisa merasai kasur empuk, mengecap santapan lezat
Tapi, pun Dia beri aku semua itu
Dan aku tak menolak
Ya Tuhan…
Mengapa hidup ini bagai lingkaran?
Tidak, aku tidak akan menjerit tak tahan
Tapi Tuhan…
Bolehkah aku menamai ini nasib?
Atau ini hanya sekedar permainan
Tapi satu Tuhan, yang Kau ajarkan
Episode sabar dan kesyukuran
Duhai Tuhan…
Munafiklah hamba bila berkata tak butuh
Namun, adakah ini sebuah ujian iman?
Dengan semua ini, mampukah iman bertahan utuh?
Jujur, hambaMu ini penasaran
Akan rasa kehidupan yang lain
Kehidupan penuh ketulusan
Apapun konsekuensinya
…saat semua dibalik…
Jika kesempatan hadir melepas jubah proletar ini
Ganti dengan sutera bersih lagi wangi
Tak salah bukan?
Jika aku ingin memakainya…
Oooh…
Apa ini?
Mungkinkah ini sisi lain dari polaMu, Tuhan?
Memang aku pernah memintanya
Tapi… Tuhan…
Bagai melenggang di atas takdir
Tetap indah walau tanpa warna
Tak lagi aku menjadi buah bibir
Dan kuikat mimpi di atas pelana
Kutapakkan langkah pertamaku
Di atas tumpukan bau
Inikah yang mereka sebut kehidupan?
Sungguh mengecewakan…
Tempat ini serasa tak berbatas
Tak seperti biasa…
Langit sore tergantung senja kali ini
Tanpa perlu aku mengiba
Toh, apa yang ada di hadapanku
Bisa dengan mudah jadi milikku
Bulan yang dulu hitam kusebut-sebut
Sebagai dewi malam kini
Tak lagi ia kelam
Karena kini ku bisa melakukan serupa
Dengan apa yang mereka lakukan dulu
Di mana ketulusan yang kucari, Tuhan?!
Dunia baru ini sesak dengan
Tatapan sebelah mata, menghina
Betapa kini, hidup terasa perih sekali
Jerih aku merasai lelah
Aku lelah, Tuhan!
Apa ini ujianMu yang lain?!
Aku lelah, Tuhan!
Aku ingin seperti dulu
Bisakah permintaan kemarin dicabut saja?
Dan kembalikan aku ke masa lalu?
Sudahlah…
Hingga titik jenuhku tak kurasa kepuasan
Aku dapat mencaci!
Tapi mereka yang dulu mencintaiku, terus pergi meninggalkanku
…kita manusia hanya bisa menerima
inilah dia yang bernama takdir…
Jumat, 10 Februari 2012
Lebih Dekat, Lebih Dalam
Mengapa bintang bersinar...
Mengapa air mengalir...
Mengapa dunia berputar...
Lihat segalanya..
Lebih dekat...
Dan kau akan mengerti...
[Lihatlah Lebih Dekat -- Sherina]
Saya seringkali merasa senang setelah mengobrol dengan teman-teman yang bukan termasuk teman akrab. Lewat obrolan itu, saya bisa lebih mengenal sosok mereka. Bagi saya, itu memang menyenangkan!!
Jadi gini, di kelas saya ada beberapa anak cewek yang memang jarang sekali jadi pusat perhatian, bahkan mereka jarang pula kedengeran suaranya di kelas. Tadi siang habis Try Out Biologi dan Kimia, saya berkesempatan ngobrol dengan dua orang di antara mereka. Berawal dari nyocokin jawaban hingga rencana kuliah.
Pas nyocokin jawaban, tanpa sengaja salah satu dari mereka [sebut saja si A] membaca coretan saya di lembar soal Biologi. Dia pun bertanya, “Hayooo, ini apaan nih?”
Well, sejujurnya coretan itu bisa dibilang personal journal, semacam curahan hati yang biasa ditulis di diary gitu deh. Salah saya juga sih, nulis suatu hal pribadi di tempat yang terbuka untuk umum. Tapi karena udah terlanjur kepergok dan saya gak enak kalau harus merebut lembar soal itu dari si A, maka saya biarkan saja coretan itu dibaca oleh si A dan si B. Saya hanya berusaha terkesan tidak panik dengan mengatakan bahwa coretan itu merupakan ide mentah untuk membuat cerpen.
Tanpa diduga-duga, si B malah menyahut, “Oh, kamu suka bikin cerpen toh? Wah, bagus, bagus, aku dukung!! Aku gak pernah bisa bikin cerpen sih…”
Nah lho?
Dari sini saya jadi berkesimpulan kalau galau itu gak selamanya jelek. Jika dengan galau kita malah bisa lebih produktif, bisa dapet duit, why not? Haha, kesimpulan macam apa ini -__-“
Aku pun jadi penasaran, apa yang dilakukan kedua temanku itu saat mereka terserang galau.
“Kalau aku orangnya moody sih… jadi ya tergantung pas galau itu aku pinginnya ngapain..,” jawab si A.
“Kalau aku biasanya tidur. Pas bangun, udah lupa deh sama galaunya. Atau kalau nggak, aku belanja,” jawab si B.
Sontak jawaban si B ini bikin saya angkat alis, heran. Begitupun si A. Pasalnya, kalau dilihat-lihat, si B itu bukan tipe cewek yang suka belanja [shopaholic].
“Iya kok, beneran. Biasanya aku suka belanja roti-roti. Tapi begitu sampai rumah, jadi bingung deh mau diapain. Hehe, kalau dimakan sendiri kebanyakan…”
Ealaaaah, ternyata belanjanya belanja amunisi perut toh… Lucu juga. Baru kali ini lho saya ketemu orang unik kayak si B.
Ngomong-ngomong soal roti, saya pun jadi ingat temen SMP yang sekarang udah mulai bisnis bakery. Saya ceritakan sosoknya pada si B [yang dulu emang nggak se SMP sama saya] dan si A [yang gak pernah sekelas sama temen saya itu di SMP].
Cerita selesai, si B pun angkat suara lagi, “Aku tuh sebenernya pingin jadi koki, pingin bikin kue-kue gitu. Tapi aku takut sama api.”
Nada bicara dan mimik wajah si B yang sarat akan kepolosan itu, untuk kesekian kalinya, berhasil mengundang tawa saya. “Sekarang kan gak musti pake kompor.. udah ada microwave kan, hehe,” sahutku asal.
Yah… itulah sekelumit ceritaku soal obrolan tadi siang. Obrolan yang membawaku lebih dekat dengan si A dan B. Obrolan yang membantuku untuk lebih mengenal sosok mereka. Mempererat ukhuwah yang sudah ada dan menjalankan silaturahim.
Kata mbak Murobiyahku, silaturahim itu menyehatkan. Kalau dipikir-pikir, bener juga sih. Saya kalau habis ketemu dan berbagi cerita sama temen lama ataupun setelah saling menjajaki dengan teman baru rasanya tuh seneng dan tambah semangat beraktivitas. Dan bukankah perasaan kita itu berpengaruh pada kesehatan fisik kita? Iya kan….? ^^
Sabtu, 04 Februari 2012
Video Mini WG
WG = Wedhuss Gembel = We are Dhuabelas Science Satu Gemar Belajar...
Yeah... hanya secuil kisah ditahun terakhir putih abu-abu...
Keterpaksaan untuk lebih serius belajar membuat sisi kenarsisan kami terkikis. Walhasil, walau sudah satu semester berlalu, gak ada stock foto tambahan yang bisa dijadiin video :[
Moga aja deh sebelum acara perpisahan kita bisa bikin video WG, sekedar untuk kenangan akan masa saat kita berjuang bersama :D
Jumat, 27 Januari 2012
KOLOID: Aku dan Kamu
Aku dan kamu itu beda, tentu saja. Aku ini sering nggak jelas, nggak ngerti apa yang kuinginkan sebenarnya. Kamu tahu pasti apa yang kau inginkan. Aku tidak terlalu erat memegang prinsip, sering bersikap lunak dengan dalih toleransi, bahkan pada diri sendiri. Kamu sangat teguh memegang prinsipmu, tak peduli apakah prinsipmu itu bersebrangan atau tidak dengan prinsip orang lain, prinsip tetap prinsip. Aku lebih sering mempertimbangkan perasaan orang yang kuajak berinteraksi walau aku tak sependapat dengan dia. Kamu lebih mementingkan pemikiran dan cara berpikir orang lain ketimbang perasaannya. Hehe, bahkan terkadang kata-katamu menyentil ego dan emosiku.
Masih banyak lagi beda di antara kita. Tapi aku nggak akan menghabiskan waktu untuk menuliskannya satu per satu. Aku hanya berpikir, sepertinya persahabatan kita ini seperti koloid ya? :)
Sekalian ngulang materi kelas XI buat persiapan UN + SNMPTN… Koloid itu bukan larutan, bukan juga suspensi. Secara makroskopis, koloid tampak homogen. Tapi mikroskopisnya sebenarnya heterogen. Partikel-partikel diskontinue (disebut fase terdispersi) nggak bercampur dengan partikel-partikel kontinue (pendispersi) tapi juga nggak terang-terangan memisahkan diri membentuk endapan. Ya, seperti kita selama menjalani persahabatan ini, kita tidak pernah jadi homogen. Buktinya masih banyak perbedaan di antara kita. Namun, keheterogenan kita belum mampu merusak ukhuwah ini, dan semoga tak akan pernah mampu.[aamiin]
Meski demikian, aku masih belum bisa menentukan siapa yang terdispersi dan siapa yang pendispersi di antara kita berdua :) Aku juga belum menentukan nama koloid kita: apakah aerosol, sol, sol padat, emulsi, emulsi padat, buih, atau buih padat? Atau kita namai koloid kita ini dengan nama yang belum pernah ada di dunia perkoloidan? Ada usul? X)
Kamu ingat kenapa koloid bisa stabil? Ya, salah satunya karena ada gerak Brown. Molekul-molekul dalam koloid terus bergerak dan bertumbukan. Tapi sekali lagi, tumbukan ini tidak akan mencampurkan (menggabungkan, menghomogenkan) molekul-molekul yang ada sehingga tidak akan terbentuk larutan ataupun suspensi. Gerak Brown inilah yang menyebabkan partikel-partikel dalam koloid dapat mengimbangi gaya gravitasi (tidak mengendap). Jadi, walaupun kita ini banyak bedanya, kita tetap mesti sering-sering interaksi yaa? Biar koloid kita langgeng :)
By the way, koloid kita ini termasuk hidrofil atau hidrofob ya? Gimana kalau hidrofil aja? Kita berdua suka air kan? Hehe… soalnya koloid hidrofil itu nggak mudah digumpalkan dengan penambahan elektrolit. Koloid hidrofil ini juga bersifat reversibel, yaitu kalau zat terdispersi dan pendispersi terlanjur berpisah, mereka bisa disatukan lagi dengan menambahkan air.
Aku bersyukur bisa berkawan dengan kamu. Sudah dari sananya kita ini berbeda. Dan meski banyak perbedaannya, aku sungguh berharap koloid kita bisa bertahan selamanya :)
Senin, 12 Desember 2011
S.K.Y
"Dia menciptakan langit tanpa tiang sebagaimana kamu melihatnya, dan Dia meletakkan gunung-gunung di permukaan bumi agar ia tidak menggoyangkan kamu..." [QS Luqman 10]
Beberapa hari kemarin, langit Solo begitu indah. Cerah, sampai-sampai gunung Lawu di timur dan gunung Merapi serta Merbabu di barat sering terlihat jelas.
Saya suka langit. Langit pagi yang biru tanpa awan. Langit siang dengan awan-awan tipis ataupun tebal. Langit sore bersemburat cantik. Langit malam yang bertabur bintang.
Dan ternyata, teman saya juga suka langit, utamanya saat sang surya baru saja bangun ataupun hendak beranjak tidur.
eniwei... ini beberapa foto langit yang pernah ter-capture oleh kamera mami, Canon PowerShot A495 [dengan pengeditan seperlunya]
Sabtu, 03 Desember 2011
Obati hatimu!!
Kamis, 10 November 2011
Kamis ke Kamis
Akhir-akhir ini, rasanya hari-hari berlalu dengan cepat. Rasanya baru kemarin hari Kamis, sekarang sudah Kamis lagi. Rasanya baru kemarin libur, sekarang udah libur lagi. [sekilas info: sekolah saya liburnya hari Jum'at].
Namun hari-hari yang berlari itu tetap memberi kesempatan kepada banyak kejadian mengesankan, kalau kita memperhatikan. Sayangnya, seringkali kita tidak mempedulikan kejadian-kejadian itu. Apa yang saya alami ini salah satu contohnya...
Kamis, 3 November 2011
Seperti biasa, begitu bel jam 7 berdering, semua siswa masuk kelas, berdoa, dan mengaji. Jadwal pertama untuk hari Kamis adalah Sejarah. Bunda Guru Sejarah orangnya ramah, senyum selalu hadir di wajahnya. Bahkan ia juga tetap membagi senyum ramahnya kepada seorang siswi yang agak terlambat masuk kelas pagi itu. Ia pandai bercerita. Ia tipe guru yang menghendaki siswanya belajar secara aktif, tidak hanya duduk diam mendengarkan terus-menerus. Ia selalu mengajak siswa berdiskusi. Ia selalu menghargai jawaban apapun yang dilontarkan para siswa untuk menjawab pertanyaannya. Kelas menyenangkan, berakhir tanpa PR dan saya yakin semua siswa -- seperti saya -- tidak berpikir bahwa pelajaran Sejarah ini ikut berakhir juga seiring dengan berakhirnya kelas pagi itu.
Kamis, 10 November 2011
66 tahun lalu, ada pertempuran besar di Surabaya hingga akhirnya tanggal 10 di bulan November ini ditetapkan sebagai hari Pahlawan. Dan ternyata, 66 tahun setelah pertempuran itu, saya dan teman-teman harus merasakan kehilangan sosok pahlawan tanpa tanda jasa yang kami sayangi. Orang yang ramah dan murah senyum. Ya, dia Bunda Guru Sejarah kami. Semua orang tahu bahwa datangnya ajal tidak bisa diprediksi. Ajal bisa tiba kapan saja. Meski demikian, saya yakin hampir semua orang akan kaget bila mendapati orang terkasih mereka telah dijemput ajal. Begitupun saya dan teman-teman. Kami merasa kehilangan sosok Bunda Guru Sejarah. Saya merasa kehilangan sesi-sesi kelas Sejarah yang menyenangkan bersama Bunda Guru. Berlebihan mungkin, tapi sesi-sesi itu saya rasa tak akan tergantikan oleh siapapun. Kalaupun ada Guru yang lebih baik, yang bisa membuat pelajaran Sejarah lebih menyenangkan daripada Bunda Guru, tetap saja sesi-sesi itu takkan tergantikan. Karena mereka telah terlanjur terukir indah di atas batu terkeras, atau di atas baja terkuat.
Begitulah... Dari Kamis ke Kamis, yang saya rasa berjalan begitu cepat, ternyata dapat menimbulkan suatu kehilangan yang besar. Hari-hari yang pernah dilalui bersama Bunda Guru jadi lebih berarti dan sangat perlu disyukuri.
Allahu rabbiy, ampunkanlah dosa-dosanya, terangi alam kuburnya, lapangkan ruang barzakhnya.. aamiin
-- in memoriam Mrs. Rachmi Prih Utami --
Jumat, 28 Oktober 2011
Dongkrak Percaya Diri
Sabtu, 01 Oktober 2011
Mindset
Alhamdulillah :) satu minggu telah berlalu lagi :)
Jadi gini... minggu ini, ada dua orang teman yang berhasil menyita perhatian saya...
Temen 1Setelah baca notes FBnya barusan aku jadi tahu alesan kenapa dia pingin jadi dokter. Aku jadi tahu juga kalau dia udah berusaha mati-matian buat suka sama yang namanya BIOLOGI [mapel wajib buat yang mau jadi dokter] tapi nilai biologinya selalu gak mencapai target yang sudah ia tetapkan sendiri. Aku juga jadi tahu kalau dia suka gak percaya diri gara-gara ngerasa bahwa dia belum bisa ngebanggain ortu, padahal sodara-sodaranya udah pernah ngebanggain ortu dan mengharumkan nama keluarga. Minggu ini dia juga harus ikut remidi biologi.
Temen 2Sejauh yang aku perhatikan, dia kelihatan kalem-kalem aja. Tapi ternyata dia juga terserang stress akut minggu ini. Puncaknya adalah dia nggak mau masuk sekolah. Katanya di status FB sih, dia bolos gara-gara gak mau ketemu ulangan matematika dan fisika hari itu. Dia ngerasa belum siap ikut ulangan. Dia nggak mau ikut remidi. Jadi dia lebih pilih ikut ulangan susulan aja deh...
Hmmmm #tariknapasdalem
Apa itu MINDSET?
Semoga dapat memotivasi :)
Jum'at 30092011...
30 days remain...
Kamis, 22 September 2011
Jangan Mengeluh... Usahakan!
Bismillah :)
Kehidupan ku mulai berubah. Gak ada lagi waktu buat leha-leha. Yang ada adalah tugas, ulangan, laporan praktikum, karya tulis, dan 12th grader thingy lainnya. Semua bermula semenjak Negara Api menyerang... eh hlo? Maksudnya tadi pingin nulis semenjak liburan Idul Fitri berlalu, hehehe...
>>>Tugas n Ulangan
Ini sih emang menu wajib buat anag sekolah. Tapi, rasanya beda aja gitu. Guru-guru serba ngebut ngasih materi. Tau-tau udah ulangan aja. Siklus 'belajar-ngerjain tugas-ulangan' buat satu bab jadi terasa cepat sekaliii
>>>Laporan Praktikum
Kalau ini menu wajib buat anag IPA :) Fufufufu... dan meski saya sudah satu tahun lebih jadi anag IPA, saya masih merasa kikuk dan sering salah pas praktikum. Seringkali langkah kerjanya nggak saya baca dan pahami hingga detail. Seringkali juga saya nggak neliti dulu data apa aja yang mesti dicari lewat praktikum itu. Jadilah saya bingung sendiri saat membuat laporannya...
>>>Karya Tulis
Sebagai syarat mengikuti Ujian Nasional. Hmph... Semacam skripsi gitu deh... Deadline nya masih pertengahan November sih, tapi target saya, tanggal 1 November harus udah kelar! Mohon doanyaa ^^
Selain hal-hal di atas, anag-anag kelas 3 juga udah harus mulai cari info seputar kuliah. Dan ini bikin galau... yeahhhh. Ada yang merasa seperti dipaksa orang tuanya buad kuliah di fakultas tertentu. Ada yang pingin masuk fakultas tertentu, tapi ngerasa nggak capable. Ada juga mungkin yang belum punya keputusan mau lanjud kuliah di mana...
Stress gilaaaa.... Astaghfirullahal'adzim... >.<
Ada beberapa temen yang udah mulai tampak labil emosinya. Semangatnya sebentar naik, lama turun [maksudnya lebih sering gak semangat]. Nggak bisa nahan air mata buat gak tumpah.
Aku sendiri juga merasa berat. Minggu ini, aku sudah mulai mengurangi waktu tidurku. Aku juga sudah mulai mengoptimalkan waktu yang ada buad menyelesaikan semua tugas tepat waktu. Seringkali terserang ngantug berat di sekolah [yang saya atasi dengan minta tolong temen semeja nyubit punggung tanggan saya, lumayan manjur juga] dan kantong mata jadi item.
Tapi aku akan berusaha untuk tidak mengeluh...
Karena jika mengeluh, semuanya jadi sia-sia...
Yang terasa berat, akan semakin terasa berat. Yang tadinya jika dilakukan tanpa keluhan akan mendapat nilai pahala, gara-gara mengeluh pahalanya jadi di cancel atau minimal di diskon. Capeknya jadi dobel: capek ngejalanin plus capek ngeluh.
Makanya jangan mengeluh... :) Budayakan jangan mengeluh...
Kamis, 15 September 2011
=) FOR US (=
Minggu, 31 Juli 2011
untuk seorang teman
image taken from here
Bahkan, orang seperti dirimu pun, yang gagah, yang garang, yang tampak tegas dalam bersikap, pernah menghabiskan hari-hari untuk menangis. Saat kau merasa sendirian, tanpa kawan yang dapat menolong. Saat kau merasa begitu kecil untuk amanah yang dibebankan di pundak bidangmu. Saat kau tak mengerti apa yang sedang terjadi. Saat kau tak tahu harus melakukan apa.
Namun, tangisanmu yang kumaksud ini sudah berlalu, jauh berlalu. Kini, entah seperti apa sejatinya dirimu.
Adakah kepalsuan di setiap tawa lepasmu kemarin? Benarkah saat ini kau sedang baik-baik saja, tanpa beban pikiran yang meresahkan?
Mungkin kau tak tahu bahwa aku tahu mengenai hal ini. Kau mungkin juga tak menyangka bahwa aku akan mempedulikanmu. Tapi, justru kamu sendiri yang seakan memancing penasaranku, sehingga aku mencari tahu lebih tentang dirimu.
Dan, sekalinya aku menemukan satu hal saja, rasa ibaku terbit untukmu.... Aku tak pernah mengira bahwa kau adalah orang yang rapuh. Sungguh tak pernah.
Aku. Kasihan. Sama. Kamu.
Hanya beberapa untai kalimat yang mampu kukeluarkan dari hati yang sedang dilanda gulana, tentang seseorang yang "aneh", yang sudah berhasil memancing penasaranku...
Kamis, 26 Mei 2011
[Personal Journal] Manusiakan Aku!
Rabu, 20 April 2011
[ALASKA] Lagi-lagi Tentang ELIPS
Hahahaha...
Nih, ada foto-foto lain lagi dari ELIPS.... Foto-foto seratus persen candid. Coz modelnya lagi tidur, jadi gak tau deh kalau di foto.... Ckckck, di kelas malah pada bobok...
ealah elips... elips...
