Tampilkan postingan dengan label motivation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivation. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 April 2015

Karena Orang Lain

"Berterimakasihlah pada ia yang pernah kamu kagumi, karenanya kamu pernah berusaha memantaskan diri menjadi pribadi yang lebih baik" 
[taken from my Tumblr dashboard, tapi lupa siapa yang nge-share]

---

Sore itu, mentoring diisi oleh mentor pengganti karena teteh mentor yang sebenarnya sedang sibuk mempersiapkan proses penggenapan setengah agamanya, cieee :)

Bertempat di selasar masjid kampus yang sore itu ramai dengan anak-anak SMP-SMA yang sedang belajar bersama. Sempat mager juga jalan dari gedung kuliah (labtek V) ke masjid kampus. Biasanya juga mentoring-nya di labtek V. Tapi khusus yang kemarin di masjid kampus.

Diawali dengan tilawah seperti biasa. Lanjut ke sesi perkenalan. Teteh mentor pengganti memperkenalkan dirinya dengan cukup detail. Setelah itu kami diminta bergiliran memperkenalkan diri masing-masing.

Masuklah ke sesi materi. Materi yang dibawakan adalah tentang ikhlas. Sebenarnya, kelompok mentor kami sudah pernah membahas tentang materi itu (mungkin sekitar 2 atau 3 minggu yang lalu). Namun tak ada satu pun dari kami yang menyampaikan ke teteh mentor pengganti tentang hal ini. Si teteh pun melanjutkan penyampaian materinya.

Saat si teteh sampai ke sub bahasan mengenai niat, tiba-tiba saja saya teringat quote di atas. Lalu ingat bahwa dulu saya pernah melakukan perbuatan-perbuatan baik karena ada orang lain. Orang lain yang menurut penilaian saya adalah orang baik, sangat baik hingga membuat saya jatuh kagum. Dan saat jatuh kagum itu, saya jadi punya motivasi untuk mengikuti amalan-amalan baik orang tersebut. Demi memantaskan diri. Laki-laki baik jodohnya perempuan baik kan...? Hehe..

Berarti saya nggak ikhlas dong?

Pikiran itu berputar di kepala saya selama si teteh masih menyampaikan materinya. Saya berharap si teteh selesai menyampaikan materinya sebelum adzan maghrib sehingga saya punya kesempatan untuk mengutarakan pikiran itu. Saya tahu, kalau hal yang saya lakukan dulu itu tidak bisa dibilang ikhlas karena saya melakukan amalan-amalan baik bukan semata-mata karena Allah. Saya tahu. Tapi saya ingin tetap meminta pendapat dari si teteh. 

Alhamdulillah, I got the chance...

Pendapat si teteh adalah: nggak apa-apa kita jalankan saja amalan baik itu. Walau niatnya belum lurus, tetap lakukan saja. Sembari jalan sembari kita berusaha meluruskan niat. Jangan nunggu niatnya lurus sebelum melakukan suatu kebaikan, nanti bisa-bisa malah batal melakukan kebaikan itu.

Kakak-kakak sekelompok mentor juga menyampaikan pendapat mereka. Menurut kak A, ya nggak papa lakuin aja kebaikan itu. Walau niat belum bener, siapa tau kebaikan yang kita lakukan itu bisa membawa kebaikan bagi orang lain juga.

Okee dee..


Bandung, 24 April 2015
...sedang ingin melakukan suatu kebaikan untuk menyamakan kemampuan dengan seseorang, tapi koq kayaknya berat ya?

Sabtu, 04 Januari 2014

Tidak Menunda, Bersyukur

Ini salah satu pikiran yang terbetik di benak saya saat sendirian mencuci piring di dapur. Tapi yang membetikkan pikiran ini bukan masalah cuci piring, bukan... Melainkan karena ada satu tugas yang saya rasa sudah saya selesaikan. Dan saya jadi merasa lebih ringan untuk bersyukur atas tugas itu.

Jadi, apa pemikiran itu?

"Tidak menunda-nunda pekerjaan adalah jalan untuk menjauhi keluh dan mendekatkan diri kepada syukur. Karena bersyukur itu lebih baik daripada mengeluh, kenapa kita harus menunda melakukan/mengerjakan tugas kita?"

Kalau kita menunda-nunda mengerjakan sesuatu, otomatis waktu kita untuk menanggung beban itu jadi lebih lama. Ini bisa menimbulkan stress, seperti kata pak Stephen Covey:

"Bukan BERAT beban yang membuat kita stress, tetapi LAMAnya kita memikul beban tersebut."

Nah, saat sedang stress, lebih mudah untuk mengeluh atau bersyukur?

Kemarin, saat saya mengunjungi suatu toko buku, saya menemukan buku yang berisi tips rehabilitasi untuk orang-orang yang suka menunda-nunda melakukan sesuatu (saya lupa judulnya). Salah satu tipe penunda-nunda pekerjaan yang dibahas di dalam buku itu adalah orang yang perfeksionis. Dan saya merasa itu tipe penunda-nunda yang paling mendekati karakter saya (ya, saya adalah orang yang suka menunda-nunda). Penunda-nunda tipe ini belum bisa memulai suatu pekerjaan kalau keadaan belum benar-benar sempurna. Untuk kasus saya, keadaan sempurna untuk memulai mengerjakan sesuatu tercapai jika memang saya sudah ada mood atau keinginan kuat untuk memulainya. Selain itu, 'keterpaksaan' mengerjakan sesuatu (karena sudah mendekati deadline) juga bisa membuat saya memulai suatu pekerjaan.

Nah, kebetulan tugas yang saya sebutkan di bagian awal post ini adalah tugas yang lumayan besar, butuh waktu yang tidak sebentar. Mood saya untuk mengerjakan tugas itu tak kunjung terbentuk karena selalu ada pikiran negatif dalam diri saya bahwa mengerjakan tugas itu pastilah membosankan. Tapi, karena tugas ini sudah molor jauh dari deadline dan tidak hanya menyangkut saya pribadi, akhirnya saya paksa diri sendiri untuk mulai 'merangkak' mengerjakan tugas itu. Tiap hari saya sempatkan mengerjakan tugas itu. Dan setiap kali setelah mencicil menyelesaikan tugas itu, perasaan saya membaik. Saya senang karena, walau mungkin hanya sedikit dan tugas itu belum selesai, saya telah membuat kemajuan. Rasanya seperti berkurang beban yang saya tanggung.

Semoga pemikiran saya ini bisa memotivasi untuk tidak menunda-nunda pekerjaan lagi...
Aamiin.

Solo, 4 Januari 2014

Sabtu, 23 November 2013

Manfaatkan Kesempatan yang Ada


“Kak, kenapa dulu milih kuliah di Informatika?”

Itu suatu pertanyaan yang aku lontarkan kepada kakak tingkat kemarin. Aku yang saat itu sedang merasa 'have no other choices' : tidak ingin kuliah di jurusan lain tapi juga merasa belum terlalu proper kuliah di Informatika.

Ini semester pertamaku sebagai mahasiswa Informatika, walau aku sudah berstatus mahasiswa sejak setahun yang lalu. Kalau ada adik kelas yang menanyakan pertanyaan di atas kepadaku, maka jawabku adalah:

“Sebenernya dulu aku mau masuk Matematika, FMIPA. Tapi kata ibuku, sayang kalau udah kuliah di institut teknologi ambilnya MIPA lagi, MIPA lagi. Ambil yang teknik sekalian lah!” Dan aku pun mulai mencari, bidang teknik apa yang menarik minatku.

Lalu kenapa akhirnya Informatika? Simple sebenernya.. aku pernah membaca salah satu novel karya Dan Brown dan menemukan istilah 'kriptografi' di sana. Lalu, saat browsing dan menemukan silabus kurikulum dari Prodi Informatika di PTN yang kuincar, aku menemukan mata kuliah 'Kriptografi'. Fix, sejak itu aku menempatkan Informatika di pilihan pertama.

Terkesan tidak pikir panjang kan? Hehe, karena aku memang tipe orang yang tak suka berlama-lama menimbang pilihan yang ada. Aku inginnya segera memutuskan.

And, finally... here I am..

Sekarang, aku dikelilingi orang-orang yang jago banget masalah ke-informatika-an. Jebolan TOKI. Jawara kompetisi nasional. Imba... Dan aku mulai merasa minder. Mulai merasa diri ini nggak pantas berada di antara orang-orang itu. Sampai akhirnya aku menanyakan pertanyaan di atas kepada salah seorang kakak tingkat. Kakak tingkat itu menjawab bahwa dari sekian mapel SMA, mapel komputer adalah mapel yang lumayan mudah dia mengerti. Lalu aku lanjutkan pertanyaanku: “Sekarang, setelah tercapai buat kuliah di Informatika, gimana rasanya kak?” Dia pun menjawab sambil tersenyum, “Hehehe, rasanya... kayaknya salah jurusan deh...”

Oke, berarti bukan cuma aku yang merasa nggak (atau belum) proper kuliah di Informatika.

Pagi ini, hari Sabtu yang cerah, tidak ada kuliah tapi aku tetap berangkat ke kampus pagi-pagi dengan harapan bisa menjadikan hari ini produktif. Saat memasuki gerbang kampus, aku tiba-tiba saja ingat kata-kata – yang entah pernah aku ungkapkan atau hanya tercetus di pikiranku saja – ini: 

“Kalau kamu sudah pinter di bidang itu, kamu nggak perlu kuliah di bidang itu. Kamu kuliah di bidang itu, karena emang kamu belom jago di bidang itu, dan kamu pingin 'bisa' di bidang itu.”

Aku belum jago di bidang ini. Aku sudah 'nyemplung' di sini. Ibaratnya, aku nggak jago renang (bahkan kenyataannya aku nggak bisa renang) tapi aku udah nyemplung ke kolam renang. Kenapa nggak memanfaatkan kesempatan itu untuk menjagokan diri sekalian?

Lagi-lagi, quotes ini bisa dipakai sebagai reminder:

“Hard work can beat talent when talent doesn't work hard.”

Sabtu, 14 September 2013

Wawancara Kakak Tingkat



Aku merasa butuh menulis, maka aku menulis.


Kali ini pingin share cerita/pemikiran yang didapat setelah wawancara seorang kakak tingkat sebagai tugas osjur.

Kakak tingkat yang satu ini adalah orang yang sangat aktif. Unitnya buanyaaaaakk buangeeett! Masih ikut kegiatan di luar kampus juga lagi! Dan keaktifannya ini sudah dimulai sejak SMA. Di SMA dulu dia ikut 7 organisasi: di 5 organisasi dia jadi sekretaris, terus pernah jadi ketua OSIS juga. Antara aku dan dia ada kesamaan: suka jadi sekretaris. Dulu pun saat magang di himpunan dia memilih masuk staff sekretaris, sama seperti pilihanku kemarin. Bedanya, dia punya misi lain, yaitu ingin mengetahui lebih dalam setiap divisi yang ada di himpunan supaya dia bisa memilih divisi dengan tepat setelah masa magang berlalu. Kalau aku mah, milih sekretaris ya cuma karena suka, itu aja…. Unconditionally…

Selama keberjalanan osjur dari awal, kakak yang satu ini eksis banget. Satu angkatanku setuju kalau dia itu kakak panitia yang dewasa, rasional, dan bijak. Wawancara dengannya kemarin semakin menguatkan kesan itu pada diriku.

Dia orang yang punya visi. Visinya kuat. Yang berbeda dengan sebagian besar kakak-kakak tingkat lain adalah sikapnya yang selow terhadap temen-temennya yang nggak aktif di himpunan. "Kalian boleh kok nggak aktif di himpunan, but don’t just be nothing. Kalau kalian nggak aktif di himpunan, kalian harus punya alasan yang kuat sehingga orang-orang nggak bakal bisa protes terhadap ketidakaktifanmu itu. Misal nih, si A nggak aktif di himpunan karena dia fokus ngejar target buat jadi mapres, si B nggak aktif di himpunan karena dia sibuk ikut lomba dan menang, si C nggak aktif di himpunan karena dia aktifnya di unit, si D nggak aktif di himpunan karena selain kuliah dia sudah mulai merintis bisnis, dll." (kurang lebih seperti itu kata-katanya...)

Menurut si Kakak ini, setiap orang kan punya tujuan masing-masing dan mereka bebas memilih jalan untuk mencapai tujuan itu. Jalan yang dimaksud bukan cuma lewat himpunan.

Si Kakak mendorong kami untuk mengeksplor dunia ini lebih jauh. Karena dengan begitu, pikiran kita bisa terbuka. Wawasan kita makin luas.

Quote yang bagus dari si Kakak: 

“Hard work can beat talent when talent doesn’t work hard.”

Yang paling bikin takjub ya manajemen waktunya itu lho… dari sekian banyak kegiatan, dia bisa survive. Sedangkan aku baru 3 minggu kuliah + magang tapi udah banyak banget ngeluh nggak bisa atur waktu. Si Kakak mengingatkan satu poin yang pernah aku dapat pas training 7 habits tahun lalu: put first thing first. Video ilustrasi dari poin ini adalah video menyusun batu dan kerikil di suatu tabung kaca. Saat penyusunan dilakukan dengan cara memasukkan kerikil terlebih dahulu, nggak semua batu bisa masuk ke tabung itu. Oleh karena itu, caranya dibalik: masukin batu yang besar-besar dulu, baru deh masukkin kerikilnya. Put big thing first, kalau kata si Kakak.
Dia juga menyemangati kami. Meyakinkan kami bahwa kami juga bisa survive, di osjur ini.

Semoga aku juga bisa survive

*maaf kalau tulisannya ‘lompat-lompat’ (nggak sistematis)

[... ditulis saat galau gegara banyak hal yang musti dikerjain...]

Rabu, 24 Juli 2013

Simulasi #2


"Banyak-banyaklah menulis, banyak-banyaklah membaca." [PKP]

Itu pesan dari seorang kakak beberapa hari lalu, setelah menonton film GIE bersama-sama.

Hal yang membuatku kagum pada sosok tokoh di film itu adalah ke-kutubuku-annya dan konsistensinya dalam menulis jurnal harian maupun menulis untuk media. Pikirannya bebas. Idealisme sudah dimilikinya sejak muda. Dan dia berani, vokal.

Aku juga suka membaca, tapi membaca novel. Bukannya aku bilang kalau membaca novel itu tak ada gunanya. Hanya saja, selama ini mindset ku tentang novel hanyalah sebagai hiburan yang tak perlu dikritisi. Cukup dinikmati saja. Kalaupun ada komentar, paling hanya komentar yang general dan tidak mendalam. Aku juga tahu, kalau di novel-novel itu ada banyak informasi yang diselipkan. Namun aku hanya membacanya sepintas lalu, tanpa memikirkannya lebih lama lagi.

Ada yang bilang, untuk bisa menulis kita harus mau membaca. Aku sudah membaca banyak buku (novel). Tapi karya tulisku masih sedikit. Bahkan sudah berbilang tahun aku menelantarkan blog ini, media publikasi karya tulis yang paling sederhana. Minder rasanya saat berkunjung ke blog teman dan mendapatinya masih rajin menulis walau kami sama-sama sibuk.

Setelah menonton film GIE kemarin, aku (lagi-lagi) ingin mengakrabkan diri dengan buku. Aku ingin memperluas wawasan dan membebaskan pikiran. Aku ingin meningkatkan kualitas bacaanku. Aku berharap, dengan buku-buku yang aku baca, aku bisa menjadi seseorang yang lebih baik. Seperti pesan seorang kakak kemarin,

"Jangan mau hanya menjadi dirimu apa adanya! Tapi jadilah dirimu yang terbaik!" 

Aku tidak ingin lagi menjadi seseorang yang hanya diam, tidak punya pendapat dan pendirian. Untuk itu, aku harus banyak-banyak membaca kritis. Aku harus berlatih mengutarakan pendapat. Aku harus aktif berpikir.

"Aku rela dipenjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas." [Mohammad Hatta] 

Senin, 23 April 2012

Maudy Ayunda "The Climb" Cover




...accidentally found this video...

pertama kali denger lagunya di radio. pas itu gak tau judul lagunya apa... cuma suka aja sama liriknya.

siang ini, berawal dari teaser film Perahu Kertas, sampailah saya di video yang di upload ke channel Maudy Ayunda ini :)

emang bener...

...
Ain't about how fast I get there
Ain't about what's waiting on the other side
It's the climb
...

Bukan hasil... tapi prosesnya yang penting :)

Rabu, 14 Maret 2012

Satu Cambukan lagi...

Cambukan apa?

...silakan baca ini...


...YEAH.... 

Hidup di dunia ini emang bukan permainan yang bisa di Play Again seenaknya... Sooo, selalu usahakan tampil maksimal di setiap kesempatan!!!

Selasa, 21 Februari 2012

العصور الذهبية للمسلمين The Golden Ages




Cahaya benderang di Abad Kegelapan... yang kini tampak meredup, namun tetap merupakan dasar kebenderangan era kini..

_____________________________

Ayo nyalakan lagi cahaya itu!!! Dan jaga agar jangan sampai padam...

Rabu, 18 Januari 2012

The Power of The Dream - Celine Dion

Beberapa hari belakangan ini, hampir setiap kali saya mendengarkan radio favorit [MH FM 92.1] di jelang maghrib, suara Celine Dion merasuk lewat indera pendengaran saya. 

Eh, awalnya saya gak tahu kalau itu suaranya Celine Dion. Yang jadi perhatianku hanyalah bahwa lagu itu bagus, enak didengar, dan ada kata-kata yang sangat dalam maknanya buatku : The Power of The Dream. Yeah, semenjak saya baca tetralogi Laskar Pelangi nya Andrea Hirata, saya jadi tertular virus sang Pemimpi. Sang Pemimpi yang selalu percaya bahwa impiannya bisa jadi kenyataan. If you can dream it, you can do it !!!

Nah, tahun 2012 ini akan jadi tahun yang penting untuk saya mengingat di tahun ini saya musti berhasil mengerjakan 'soal-soal penentu masa depan' [baca: UN dan SNMPTN]. Saya jadi ingat, masa-masa 3 tahun lalu, di mana saya juga harus mempersiapkan diri untuk UN. Waktu itu ada satu lagu yang saya jadikan salah satu charger motivasi dan semangat saya. Lagu itu adalah Hero, yang dinyanyikan oleh Mariah Carey.

Semenjak jatuh hati sama lagunya Celine Dion, The Power of The Dream ini, saya pun menjadikannya sebagai salah satu charger motivasi dan semangat saya tahun ini. Haha, walaupun itu termasuk lagu lawas [dirilis tahun 1996 boz!]. Saya nya saja yang baru denger sekarang XP

Ini liriknya...[taken from here]

Deep within each heart
There lies a magic spark
That lights the fire of our imagination
And since the dawn of man
The strenght of just "I can"
Has brought together people of all nations

There’s nothing ordinary
In the living of each day
There’s a special part
Every one of us will play

Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
As the world gives us its best
To stand apart from all the rest
It is the power of the dream that brings us here

Your mind will take you far
The rest is just pure heart
You’ll find your fate is all your own creation
Every boy and girl
As they come into this world
They bring the gift of hope and inspiration

Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
The world unites in hope and peace
We pray that it will always be
It is the power of the dream that brings us here

There’s so much strength in all of us
Every woman child and man
It’s the moment that you think you can’t
You’ll discover that you can

Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
The world unites in hope and peace
We pray that it will always be
It is the power of the dream that brings us here

Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
The world unites in hope and peace
We pray that it will always be
It is the power of the dream that brings us

The power of the dream
The faith in things unseen
The courage to embrace your fear
No matter where you are
To reach for your own star
To realize the power of the dream
To realize the power of the dream

Just believe that there's nothing ordinary in this life, that there's a special role for each of us. Ya, setiap manusia itu berbeda. Tidak ada yang sama persis. Dan skenario Allah untuk setiap manusia di bumi ini telah ia rancang sedemikian indahnya. Hanya DIA yang tahu relasi antara peran kita dengan peran orang lain. Kata teman saya: 

"...setiap orang itu butuh orang lain. Sangat mungkin bahwa di masa depan nanti, ketika tiba saatnya bagi kita untuk memasuki dunia kesuksesan, yang membuka pintu kesuksesan itu bukan kita sendiri, melainkan orang lain. Begitu pula sebaliknya..."

...
The power of the dream
The faith in things unseen
The courage to embrace your fear
No matter where you are
To reach for your own star
...

Just believe in HIM, Who always listens to my du'a, our du'a. Nothing's impossible for HIM. 

Walaupun hasil Try Out SNMPTN kemarin menyatakan bahwa saya belum lulus untuk kedua pilihan saya, saya yakin jika saya terus berusaha, berlatih setiap hari, lebih mendekatkan diri kepadaNYA dengan memperbesar intensitas ibadah, DIA pasti akan memberi saya jalan. 

Allaahu yaa Rabbiy, hamba sangat ingin jadi mahasiswa STEI ITB... boleh yaa? :)



Setelah sekian lama tak posting..

Sabtu, 03 Desember 2011

Obati hatimu!!


"Apa kamu puas? Membalas sakit hati dengan sakit hati?"

Teruntuk seorang kawan...
Aku rindu tawamu, candamu, kekonyolanmu, semua tentangmu. Saat ini, kamu sama sekali berbeda. Bahkan aku merasa asing denganmu.

"Aku sedang sakit hati." Hanya itu kata-katamu yang kurasa bisa kujadikan clue tentang perilakumu yang tak biasa. Kau juga beri tahu aku orang yang telah menyakiti hatimu. Namun, kau tak mau mengatakan: dengan apa orang itu menyakiti hatimu?

Itulah yang membuatku kesulitan menentukan sikap untuk menghadapimu. Apa sebenarnya yang telah membuatmu sakit hati? Apa pula alasanmu mengambil tindakan ekstrim seperti ini sebagai iritabilita? Apakah karena dendam? Ataukah kau hanya takut lebih tersakiti lagi? Atau...?

Berhari-hari aku bergumul dengan beberapa hipotesa. Hingga sekarang pun belum bisa kupastikan hipotesa mana yang benar.

Jika kau takut hatimu lebih tersakiti lagi, aku ingin ucapkan ini padamu: selama kita hidup bersama orang lain di dunia ini, jangan pernah berharap kita bisa lepas dari "garis-garis singgung" yang menyakitkan. Karena setiap orang pasti pernah lupa dan khilaf. Dan karena setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa sensitif di mana ia sangat rentan dan rapuh sehingga belaian akan terasa seperti cakaran.

Maka, pandai-pandailah merawat hatimu sendiri.

Jika motifmu adalah dendam, aku ingin ingatkan kamu:

"Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebil baik bagi orang yang sabar."
[QS An Nahl 126]

Bersabar itu lebih baik. Melupakan dendam itu lebih sehat bagimu, lebih menguntungkanmu.

"Jika mata dibalas dengan mata, maka dunia akan buta"
[Mahatma Gandhi]

"Darkness cannot drive out darkness, only light can do that. Hate cannot drive out hate, only love can do that."
[Martin Luther King, Jr]

Ayolah kawan...
Kalaupun sekarang kau merasa puas, kepuasanmu itu semu belaka.

Ayolah kawan...
Obati hatimu. Jangan biarkan lukanya membusuk, menyebabkan infeksi. Kamu lebih tahu kondisi hatimu daripada aku. Maka aku hanya bisa berusaha membantu dan mendoakanmu.

Cepat sembuh ya, Kawan... :')
Miss you...

Jumat, 28 Oktober 2011

Dongkrak Percaya Diri

"Bagaimana perasaanmu?"

"...tak kupungkiri, aku senang. Namun percayalah padaku, ada terselip rasa tak enak hati selalu..."

"Lalu, apa yang akan kau lakukan? Kau tahu kan, di luar sana banyak sekali yang berharap untuk bisa menyamai langkahmu?"

"...entahlah. Aku ini bukan orang yang pandai bergaul. Aku ingin membantu mereka. Namun aku selalu saja merasa kurang percaya diri untuk sekedar mengulurkan tangan, menggenggam tangan mereka untuk kuajak berlari bersama. Aku takut menerima penolakan, walau belum pasti jua aku akan ditolak. Aku hanya berani menggenggam tangan mereka yang telah secara langsung memanggilku. Karena bersama mereka, pasti tidak akan ada penolakan..."

"Lakukan saja! Beranikan dirimu untuk mendahului mengulurkan tangan. Kalaupun mereka menolak menggenggam tanganmu, biarkan! Yang penting kau telah berinisiatif menolong."

"....."

"Lakukan saja!"

"...akan kucoba, Insya Allah..."




Do whatever you wanna do, as long as it is good for you and others and it doesn't oppose His rules.


Pagi hari Jum'at
83 tahun pasca Soempah Pemoeda
semoga aku dan pemuda Indonesia bisa membawa perubahan yang baik
untuk Indonesia

PS. terpaksa mengundurkan deadline yang telah ditetapkan sendiri, tapi saya janji, ini kali terakhir saya mengundurkan deadline...!!!

13 days remain...

Sabtu, 01 Oktober 2011

Mindset

[...buat para pembaca blog saya, baik yang di Multiply ini maupun di Blogspot, saya harap kalian tidak bosan membaca tulisan saya akhir-akhir ini yang didominasi tema galau ala anak SMA tingkat akhir plus motivasi-motivasi dari saya untuk saya maupun teman-teman seperjuangan...] #sokpunyapembacasetia

Alhamdulillah :) satu minggu telah berlalu lagi :)

Minggu ini sama kayak minggu kemarin: masih banyak tugas, banyak ulangan, daaaaan..... remidi buat yang nilai ulangannya belum mencapai KKM! Minggu ini, mungkin sama stress nya kayak minggu kemarin. Tapi minggu ini, jam tidur saya lebih banyak daripada minggu kemarin. Yeaaahh, walau banyak ulangan, bukannya banyak-banyakin belajar saya malah banyak-banyakin tidurnya, heheh :P ... Entahlah, sepertinya gaya tarik yang dilakukan kasur saya lebih besar daripada gaya yang saya lakukan untuk menjauhi kasur, jadi arah resultan gayanya ya ke kasur X)

Kali ini, saya mau cerita soal temen-temen saya yang sedang beruntung karena mendapat perhatian dari saya [emang siapa elo?!]... Walaupun mungkin mereka nggak ngerasa kalau sedang saya perhatikan, coz saya merhatikannya secara diam-diam [mungkin lebih tepat disebut spying daripada memperhatikan]

Buat temen-temen yang saya jadikan bahan omongan di entry ini, harap diikhlaskan ya? Sama sekali tak bermaksud membuka aib kalian. Hanya ingin menuliskannya supaya bisa diambil hikmahnya oleh banyak orang :) Ya? Ikhlas yaaa? Makasih sebelumnyaa :)

Jadi gini... minggu ini, ada dua orang teman yang berhasil menyita perhatian saya...

Temen 1
Setelah baca notes FBnya barusan aku jadi tahu alesan kenapa dia pingin jadi dokter. Aku jadi tahu juga kalau dia udah berusaha mati-matian buat suka sama yang namanya BIOLOGI [mapel wajib buat yang mau jadi dokter] tapi nilai biologinya selalu gak mencapai target yang sudah ia tetapkan sendiri. Aku juga jadi tahu kalau dia suka gak percaya diri gara-gara ngerasa bahwa dia belum bisa ngebanggain ortu, padahal sodara-sodaranya udah pernah ngebanggain ortu dan mengharumkan nama keluarga. Minggu ini dia juga harus ikut remidi biologi.

Temen 2
Sejauh yang aku perhatikan, dia kelihatan kalem-kalem aja. Tapi ternyata dia juga terserang stress akut minggu ini. Puncaknya adalah dia nggak mau masuk sekolah. Katanya di status FB sih, dia bolos gara-gara gak mau ketemu ulangan matematika dan fisika hari itu. Dia ngerasa belum siap ikut ulangan. Dia nggak mau ikut remidi. Jadi dia lebih pilih ikut ulangan susulan aja deh...

Hmmmm #tariknapasdalem

Gimana cara memotivasi mereka yaa? Rasanya, saya ingin sekali jadi teman baik buat mereka. Yang bisa diajak sharing dan memberi motivasi. Tapi saya ini orangnya gampang bingung. Kalau saya dihadapkan pada seorang kawan yang curhat panjang lebar disertai derai air mata, maka saya hanya mampu terdiam. Maksimalnya, paling hanya beberapa patah kata [yang itu-itu aja] yang mampu saya ucapkan untuk memotivasinya. Saya bingung, saya harus bersikap bagaimana?

Dan saya pun teringat pada sebuah nasyid yang disenandungkan oleh Tiar, judulnya Tak Ada Beban Tanpa Pundak... Silakan disimak dulu... :)


Yaa... Tiada beban tanpa pundak. Allah, sebelum mengamanahkan suatu beban kepada hambaNya, pastilah Ia sudah menganugerahi hamba itu dengan 'pundak' yang mampu menanggung beban tersebut. Simpelnya, Allah itu Maha Pengasih dan Maha Mengenal setiap hamba, jadi Ia tahu kemampuan masing-masing hamba dan Ia tak akan memberikan beban yang melebihi kapasitas kemampuan kita. Kita pasti mampu mengatasi beban itu.... :)

Buat temen 1, temen 2, dan temen-temen yang punya problem sama, aku sarankan: ubah MINDSET kalian. Terutama dalam menghadapi pelajaran.

Apa itu MINDSET?

Mindset adalah cara kita memandang sesuatu; pola pikir kita terhadap sesuatu. 'Sesuatu' dalam konteks ini adalah PELAJARAN SEKOLAH.

[+] Jangan pernah mengatakan suatu pelajaran itu sulit! Karena dengan begitu, tanpa kita sadari kita telah membentuk Mindset negatif terhadap pelajaran itu. Sebaliknya, katakanlah bahwa pelajaran itu menantang dan butuh perhatian khusus. Lalu sediakanlah kesabaran extra untuk memahaminya.

[+] Angka nilai itu tidak selalu mencerminkan tingkat kefahaman seseorang. Jadi, sebaiknya buang jauh-jauh niat belajar untuk dapat nilai bagus. Ganti dengan niat belajar untuk memahami pelajaran itu sendiri. Nggak gampang juga sih, untuk meluruskan niat seperti ini... Tapi tetep harus dicoba :)

[+] Coba juga PDKT sama guru. Mungkin nggak semua guru cocok dengan kita, sehingga kita kerap bingung kalau diajar sama guru itu. Tapi PDKT di sini jangan diartikan sama dengan cari muka lho yaa... Maksud saya, kita jalin hubungan yang baik dan akrab dengan guru. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya kalau diberi kesempatan bertemu. Tanyakan materi yang dirasa belum jelas, hingga kita paham. 

[+] Kalau guru sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan kita tapi kitanya masih belum ngeh juga soal pelajaran itu, nggak ada salahnya tanya lagi ke orang lain yang lebih faham. Bisa tanya ke temen atau guru les. Kalau nggak ya tanya ke Prof. Google, hehe... Pokoknya kita musti aktif deh, nggak boleh pasif.

[+] Keep praying! Mohon sama Allah supaya diberi hidayah, dibukakan akal dan pikiran untuk memahami suatu pelajaran itu. Dan senantiasa berpositive thinking kepadaNya, bahwa Dia pasti beri kita yang terbaik...


Semoga dapat memotivasi :)






Jum'at 30092011...
30 days remain...

Minggu, 18 September 2011

...saat semuanya berlari...

"Apa acara anda hari ini?"
"Ini mau berangkat les...:D"

*.*.*.*.*.*.*

"Kapan kamu ke rumah ku?"
"Mmmm, entar malem aja yah? Sekitar jam setengah sembilan. Les ku baru kelar jam segitu."

*.*.*.*.*.*.*

Glek! #swallow

Disaat semua orang sedang berlari, apa yang anda lakukan?

Menghabiskan waktu berjam-jam di depan laptop, ditemani komunitas maya...

Ngantug...

Nonton TV...

Ngantug...

Ngerjain PR dengan setengah hati...

Ngantug...

*.*.*.*.*.*.*


Bah!!! Dalam 24 jam, orang-orang yang berlari itu mungkin telah mencoba lebih banyak untuk memecahkan berbagai persoalan!!! Sedangkan kamu malah terkantuk-kantuk!!!

Mungkin, mereka telah mulai merecall memori pelajaran dua tahun yang lalu...

Mungkin juga mereka telah mampu mengerjakan berbagai jenis soal yang biasa muncul di SNMPTN...

KAMU?!

Ck, kamu masih terkungkung dalam kesombongan yang besar!!

Kamu fikir, kamu bisa bertahan untuk tidak dikalahkan oleh orang-orang yang sudah mulai berlari itu kalau hanya diam saja? Sering mengalah dan menuruti nafsu untuk membuang-buang waktu?

TIDAK!!! Kamu harus BERGERAK!!

*.*.*.*.*.*.*

A.Y.O.L.A.H.!.!.!.!.!

Kamu harus BERGERAK!! Karena SURGA tidak bisa dicapai dengan bermalas-malasan!!

Ingat, sebesar apapun suatu benda, jika ia tidak BERGERAK, maka ia tidak akan punya momentum. Bukankah kamu sendiri pernah menuliskan kata-kata itu di sini?!

Kamu tidak senang melihat temanmu yang malas. Yang mengeluh bahwa dia tidak bersemangat. Kamu ingin jadi motor penggerak buat mereka kan?

Maka kamu harus BERGERAK!!!

Mulailah berlari juga, mumpung waktu perlombaan belum selesai dan masih memungkinkan untuk terjadi perubahan posisi !!! Mulailah berlari dengan strategimu sendiri !!! Tak perlu kau memaksa diri dengan strategi orang lain !!!

Kau punya impian, cita-cita, target... Jadikan mereka nyata dengan rencana yang matang, yang dilaksanakan dengan disiplin dan konsisten.

Kamu harus BERGERAK!!! Nggak boleh DIAM!!!


*.*.*.*.*.*.*

DO more, SACRIFICE more, GAIN more! [n.a.d.h]





Random post untuk melecut diri sendiri
semoga bisa melecut yang lain pula...
Sore hari Sabtu 17092011
44 days remain...

Kamis, 15 September 2011

=) FOR US (=

"Koq kamu bisa semangat banget sih?"

"Ada motivasi tersendiri, koq.. hehe"

"Bagi tips dong...? Aku koq males-malesan terus gini yaa...?"

"Hmm, emangnya kamu gak punya motivasi? Apa tujuan hidupmu? Apakah dengan bermalas-malasan tujuan hidupmu itu akan tercapai? Kamu gak pingin masuk surga? Jangan males-malesan dooong... :D"

"Menurutmu, penyebab rasa malas itu apa?"

"Kayaknya itu relatif deh... tiap orang beda-beda"

"ooooh"

"Jika kau bersikap lunak kepada dirimu sendiri, maka dunia ini akan keras terhadapmu. Jika kau bersikap keras kepada dirimu sendiri, maka dunia akan terasa lunak bagimu."

"Oke deh... I'll try... Moga aja bisa"

"Harus bisa dooong.. gak boleh pesimis... :D"

~~~~~~~~~

Selasa kemarin, di tengah-tengah pelajaran bahasa Indonesia, saya dapat kata-kata bagus nih...

"Kita sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat"
[Cerdas Berbahasa Indonesia untuk SMA kelas XII, halaman 115]

Cocok !!!

Cocok dengan apa yang saya yakini. Saya percaya bahwa setiap manusia itu punya potensi luar biasa. Setiap manusia dapat memperoleh apa yang diinginkannya asal mau berusaha dan berdoa.

Kalau kita pernah mewujudkan 'kejayaan' di masa lalu, maka sekarang pun kita pasti bisa meraih 'kejayaan' sejenis, atau bahkan 'kejayaan' yang lebih jaya lagi.

Mungkin kita pernah merasa kurang percaya diri dengan kemampuan yang kita miliki. Kita pun bebas untuk memilih cara menanggapinya: mengiyakan saja atau menjadikannya motivasi untuk upgrade diri.

Pilih yang mana? 

Yang pertama...? Berarti kita hanya tinggal menerima 'kenyataan' bahwa kita kurang mampu. Kenyataan yang sebenarnya [mungkin] tidak nyata, mengingat kita punya potensi dahsyat.

Yang kedua...? Berarti kita harus berusaha untuk membuktikan kepada diri sendiri bahwa penilaian kita selama ini keliru. Bahwa ternyata kita bisa mendapatkan sesuatu yang kita impikan, yang dulu hanya berani kita impikan. Tak pernah kita berani, bahkan untuk sekadar membayangkan impian itu berhasil kita jadikan nyata. Dulunya...

Kalau menurut saya pribadi.. Pilihan yang kedua lebih keren, hehe :D

~~~~~~~~~

"Jangan menganggap remeh diri sendiri karena setiap orang memiliki potensi yang tak berhingga"
[Perspektif Matematika 3, halaman 54]

~~~~~~~~~

Kudedikasikan untuk semua yang membaca entry ini...

Dan untuk seorang teman...: Yakinlah bahwa kamu bisa !! Karena aku sendiri yakin bahwa kau bisa... Bukankah kita ini pernah berdiri bersama dengan predikat juara yang sama? Lalu, kenapa kau kini biarkan aku sendiri mempertahankan predikat itu? Kenapa kau enggan untuk kembali merasakan kejayaan masa lalu itu? Adakah kemudharatan di dalamnya? Bahkan kau terkesan pesimis setiap kali kulihat akan melangkah...

Semoga tulisan ini bisa menjadi motivasi bagi yang menulis dan yang membaca. Ingat, kita baru bisa berleha-leha setelah kita berada di SURGA, jannatillah... :D

Rabu, 07 September 2011

Ini JEWERAN TERAKHIR !! Sadarlah !!

image taken from here


Ini kisah tentang seorang gadis kecil nan imut, yang sangat cinta permen. Setiap hari, ada saja permen yang menyambangi mulut mungilnya. Mulai dari lollypop, hingga permen cokelat termahal. Namun, sebenarnya si gadis tidak terlalu peka terhadap rasa setiap permen. Baginya, semua permen itu berasa sama: ENAK !!

Sayangnya, ia termasuk anak yang sulit disuruh sikat gigi. Usaha keras ibunya dalam memaksa si gadis paling maksimal hanya mampu membuat gadis itu mengulum sikat gigi yang sudah diberi pasta gigi anak rasa jeruk, atau strawberry. Setelah itu, mau tak mau sang Ibu sendiri yang menggosok gigi gadis kecilnya sembari mengomel, "Pasta gigi ini bukan permen, sayaaaang. Jangan diemut yaaa! Kalau kamu pingin bisa makan permen terus, harus mau rajin sikat gigi... Kalau nggak rajin sikat gigi, nanti permennya nggak mau temenan sama kamu... ya sayang yaaaa..."

Namun, omelan itu bernasib sama dengan omelan-omelan sebelumnya: masuk telinga kanan, langsung keluar telinga kiri. Bahkan tanpa mampir ke otak walau sebentar.

Setiap hari, si gadis terus saja mengulum aneka permen. Akan tetapi, sayang sekali, sang Ibu tidak bisa setiap hari menggosok gigi gadis kecilnya. Seiring dengan bertambahnya umur si gadis, Ibu merasa sudah bukan saatnya lagi ia turun tangan secara langsung. Gadisnya harus mulai diajari tentang tanggung jawab. Sang Ibu hanya sesekali memarahi si gadis yang masih susah disuruh sikat gigi.

Hingga suatu hari, si gadis merintih kesakitan. Ia menangis seharian di kamar. Ada apakah gerangan?

Olala... si gadis sakit gigi rupanya. Segera, sang Ibu mengantar gadisnya ke dokter gigi. 

Setelah memeriksa si gadis, Bu Dokter Gigi yang cantik itu berkata, "Ternyata gigi adik berlubang. Lubangnya udah besar. Harus dicabut giginya. Adik suka makan permen ya?"

Si gadis mengangguk.

"Gosok giginya sehari berapa kali?"

Si gadis terdiam.

"Wah, anak saya ini memang susah disuruh gosok gigi, Dok," jawab sang Ibu.

"Wadhuh... ya jangan begitu dong. Adik mau giginya dicabut semua?"

Si gadis menggeleng.

"Makanya, adik harus rajin gosok gigi yaa? Janji?"

Si gadis mengangguk.

*****

Sadarkah kita, bahwa sebenarnya kisah itu adalah tentang diri kita masing-masing?

Ya, di dalam diri kita, masih terdapat karakter 'si gadis kecil'. Walau kita tak menyadarinya.

Buktinya?

Kita masih sering melakukan sesuatu yang sebenarnya kita tahu bahwa sesuatu itu tidak baik untuk kita. Misalnya, kita berulang kali mengingkari janji, kita berulang kali berkata bohong, kita berulang kali membuang-buang waktu untuk hal tak berguna, dsb-dsb.

Mungkin, di dunia ini kita hanya mendapat jeweran-jeweran kecil dari orang-orang yang kita ingkari janji, yang kita bohongi. Namun, di akhirat nanti, janji-janji dan kata-kata bohong itu sendiri yang akan menjewer kita. Mungkin kita masih bisa menghibur diri dan tidak meratapi setiap detik yang telah kita buang percuma dalam kehidupan. Akan tetapi, bisa dipastikan di akhirat nanti kita akan sangat menyesalinya.

Ya, kitalah si gadis kecil...

Sudah berulang kali kita mendapat jeweran lantaran nekat menuruti hawa nafsu negatif. Sayangnya, berulang kali pula kita melupakan jeweran itu dengan mudah, dan kembali berkawan dengan nafsu.

Tidak pernah merasa dijewer?

Hati-hati !! Jangan-jangan nurani anda sudah mati...




Dini hari Rabu, 7 September 2011
ditulis setelah penulis merasa dijewer lagi
dan semoga setelah jeweran yang ini, penulis jadi kapok

Kamis, 25 Agustus 2011

IPUNG 2

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Teens
Author:Prie GS

Karena telah dibuat jatuh cinta sama IPUNG 1, saya pun langsung menyambar IPUNG 2 begitu menjumpainya di rak perpustakaan sekolah tercinta =)


Seri ke dua dari kisah seorang IPUNG ini lebih memfokuskan cerita cinta tokoh utamanya. Berhubung tokoh utamanya memang bukan tokoh biasa, cerita cintanya pun juga tidak biasa.


Dikisahkan, Ipung juarrraaaaang sekali menghabiskan waktu untuk bermesraan dengan pacar cantiknya, Paulina. Bahkan di hari Minggu, ia lebih memilih berdiam diri di halaman sekolahnya, merenung seorang diri, tanpa Paulina.


Paulina pun sebal karena merasa diacuhkan. Ia juga sebal karena semakin hari, Ipung semakin populer. Sekeras apapun usaha Paulina untuk meningkatkan popularitasnya sendiri, selalu saja finalnya malah Ipung yang tambah tenar.


Merasa perlu mempertahankan eksistensinya, sekaligus menguji cinta Ipung, Paulina mengambil keputusan ekstrim yang langsung disetujui orang tua kayanya: pindah sekolah ke luar negeri.


Melihat adanya kesempatan untuk membalas dendam, Gredo yang sudah lama iri dengan keberuntungan Ipung, menggelar pesta perpisahan besar-besaran. Tujuannya hanya satu: menyaksikan Ipung kesakitan ditinggal pergi kekasihnya.


Menurut saya, Prie GS telah berhasil menghadirkan kisah cinta anak SMA yang lain dari biasanya: backstreet, putus-nyambung, hingga free sex. Berikut ini salah satu segmen yang saya suka...



.... Lagi-lagi kata cium diteriakkan dan disambut dengan koor massa.


"Cium... Ciummm... Ciuuuum!"


Ipung berhenti. Menatap Paulin. Teriakkan senyap. Ipung melangkah, mendekati Paulin. Papi gemetaran. Kalau anak itu berdemonstrasi di depan umum, mentang-mentang tengah menjadi bintang, ia akan melempar kutukan tujuh turunan.


Ipung memang sedang jadi bintang. Tetapi untuk berani mencium puterinya di depan umum begitu saja, walau atas nama persahabatan sekalipun, adalah pelecehan tingkat tinggi. Ipung terus mendekat. Semua tegang menunggu.


Ooo Ipung hanya mendekati mikrofon Paulin, menyambarnya. Dan berkata dengan tegas dan tenang, "Sebagai manusia biasa, saya pasti ingin menciumnya. Tapi maaf, Paulin bukan muhrim saya!" (halaman 118-119)



Ipung memang bukan karakter anak SMA biasa!


Penuh dengan ironi, Prie GS mengantarkan kita pada pembuktian teori psikoanalisa Sigmund Freud: "Prestasi manusia terjadi, karena keinginan dipuji lawan jenisnya semata." [Ini bener-bener ngena ke hati saya...]


Ending seri ini pun juga merupakan ending yang cerdas: kembalinya Ipung kepada Sang Pemilik Cinta, bersama segenap kegalauan hatinya.


Recommended buat semua yang sedang jatuh cinta, namun belum siap menempuh jalur cinta yang diridhoi-Nya (menikah), buat semua yang merasa sedang terserang cinta lokasi di kampus putih abu-abu...



Jumat, 06 Mei 2011

Oase Motivasi

Kala aku sedang tenggelam dalam krisis semangat, menyerah kalah pada rasa malas, takdir membawaku pada beberapa untai kata yang mampu menamparku, menyadarkanku... Kuhayati kata-kata itu, dan di sana kutemukan banyak makna yang berharga... Inilah untaian kata-kata itu...

Ijinkan saya mengingatkan,
bahwa

CITA-CITA ADALAH IMPIAN YANG BERTANGGAL.

...Jika Anda telah memiliki impian,
berilah tanggal bagi pencapaiannya,
dan impian itu akan menjadi cita-cita.

Kemudian,
Anda tinggal menyusun urutan tindakan
untuk mencapainya pada tanggal itu.

Sehingga, semakin Anda menunda,
semakin tanggal itu terdorong menjauh.

Dan jika Anda malas,
semakin cita-cita itu menjadi tidak berarti.

[Mario Teguh]
~~~

Jika Anda hanya menginginkan yang kecil,
karena takut kecewa jika bercita-cita besar
lalu tidak tercapai;
mohon dijawab ini ya?

Jika Anda gagal, kapan gagalnya?

"Di masa depan."

Lalu mengapa Anda sudah berlaku
seperti sudah kecewa hari ini?

"Saya tahu diri."

Tahu diri bahwa Anda tidak mampu,
bukanlah perintah untuk mengecilkan cita-cita,
tapi perintah untuk meningkatkan kemampuan.

Hormatilah diri Anda.

[Mario Teguh]


Temukan maknanya sendiri....