Tampilkan postingan dengan label fastabiqulkhoirot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fastabiqulkhoirot. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 April 2015

Karena Orang Lain

"Berterimakasihlah pada ia yang pernah kamu kagumi, karenanya kamu pernah berusaha memantaskan diri menjadi pribadi yang lebih baik" 
[taken from my Tumblr dashboard, tapi lupa siapa yang nge-share]

---

Sore itu, mentoring diisi oleh mentor pengganti karena teteh mentor yang sebenarnya sedang sibuk mempersiapkan proses penggenapan setengah agamanya, cieee :)

Bertempat di selasar masjid kampus yang sore itu ramai dengan anak-anak SMP-SMA yang sedang belajar bersama. Sempat mager juga jalan dari gedung kuliah (labtek V) ke masjid kampus. Biasanya juga mentoring-nya di labtek V. Tapi khusus yang kemarin di masjid kampus.

Diawali dengan tilawah seperti biasa. Lanjut ke sesi perkenalan. Teteh mentor pengganti memperkenalkan dirinya dengan cukup detail. Setelah itu kami diminta bergiliran memperkenalkan diri masing-masing.

Masuklah ke sesi materi. Materi yang dibawakan adalah tentang ikhlas. Sebenarnya, kelompok mentor kami sudah pernah membahas tentang materi itu (mungkin sekitar 2 atau 3 minggu yang lalu). Namun tak ada satu pun dari kami yang menyampaikan ke teteh mentor pengganti tentang hal ini. Si teteh pun melanjutkan penyampaian materinya.

Saat si teteh sampai ke sub bahasan mengenai niat, tiba-tiba saja saya teringat quote di atas. Lalu ingat bahwa dulu saya pernah melakukan perbuatan-perbuatan baik karena ada orang lain. Orang lain yang menurut penilaian saya adalah orang baik, sangat baik hingga membuat saya jatuh kagum. Dan saat jatuh kagum itu, saya jadi punya motivasi untuk mengikuti amalan-amalan baik orang tersebut. Demi memantaskan diri. Laki-laki baik jodohnya perempuan baik kan...? Hehe..

Berarti saya nggak ikhlas dong?

Pikiran itu berputar di kepala saya selama si teteh masih menyampaikan materinya. Saya berharap si teteh selesai menyampaikan materinya sebelum adzan maghrib sehingga saya punya kesempatan untuk mengutarakan pikiran itu. Saya tahu, kalau hal yang saya lakukan dulu itu tidak bisa dibilang ikhlas karena saya melakukan amalan-amalan baik bukan semata-mata karena Allah. Saya tahu. Tapi saya ingin tetap meminta pendapat dari si teteh. 

Alhamdulillah, I got the chance...

Pendapat si teteh adalah: nggak apa-apa kita jalankan saja amalan baik itu. Walau niatnya belum lurus, tetap lakukan saja. Sembari jalan sembari kita berusaha meluruskan niat. Jangan nunggu niatnya lurus sebelum melakukan suatu kebaikan, nanti bisa-bisa malah batal melakukan kebaikan itu.

Kakak-kakak sekelompok mentor juga menyampaikan pendapat mereka. Menurut kak A, ya nggak papa lakuin aja kebaikan itu. Walau niat belum bener, siapa tau kebaikan yang kita lakukan itu bisa membawa kebaikan bagi orang lain juga.

Okee dee..


Bandung, 24 April 2015
...sedang ingin melakukan suatu kebaikan untuk menyamakan kemampuan dengan seseorang, tapi koq kayaknya berat ya?

Jumat, 04 Oktober 2013

Nostalgia Masa Perjuangan



“Teh, koq bisa pinter sih?”
“Kalau aku mah udah dilupa-lupain dah…”


Itu sepenggal kalimat yang dilontarkan gadis berseragam putih abu-abu itu. Ya, dia siswi kelas 12 SMA, yang pastinya sekarang lagi menjalani masa-masa hectic menjelang ujian nasional. Malam itu, dia meminta waktuku untuk konsultasi PR matematika, bab Integral. Di sela-sela penjelasanku itulah kalimat-kalimat di atas ia lontarkan.

Tanggapanku:
“Aku kan lebih duluan mempelajari materi ini daripada kalian. Otomatis aku udah lebih banyak latihan. Yaaa, kata lainnya aku lebih berpengalaman dalam hal ini kalau dibandingin sama kalian.”

Tanggapan yang ngga mudah sebenernya. Oke, mulutku emang berkata demikian. Tapi siapa yang bisa menjamin hatiku tidak meninggi (maksudku jadi tinggi hati gitu :3) gara-gara kata-kata yang ia lontarkan. Ya Allah, jangan biarkan hamba-Mu ini jadi orang yang sombong ya… aamiin.

Hmmm, berhubungan dengan anak-anak kelas 12 membuatku berpikir. Betapa energi mereka banyak sekali. Aku ingat masa-masaku dulu saat menyandang predikat siswi kelas 12 SMA: setiap Jum’at tetep masuk sekolah demi tambahan pelajaran Matematika (ya, SMAku liburnya bukan hari Minggu, tapi Jum’at), pulang sore gara-gara tambahan pelajaran, baru nyampe rumah langsung mandi dan siap-siap berangkat les lagi, berangkat pagi demi tambahan jam ke-0, menghabiskan waktu dengan buku-buku latihan soal, belajar dini hari di saat rumah sepi karena semua anggota keluarga yang lain masih tidur, dll. Aku yakin, kegiatan adik-adikku yang kelas 12 itu juga tak jauh beda dengan kegiatanku dulu pas kelas 12. Bahkan mereka masih pakai seragam malam itu. Pertanda bahwa mereka belum sempat pulang ke rumah. Sesampai rumah mereka juga masih harus belajar atau mengerjakan PR untuk keesokan hari. Subhanallah…

Betapa mereka benar-benar harus memanfaatkan waktu yang ada dengan optimal.

Sedangkan aku, selama menjalani kuliah semester ini, merasa banyak banget waktu yang tak termanfaatkan dengan baik: dateng kuliah tapi nggak merhatiin dosen ngomong apa (gegara udah nggak ngerti sejak awal, jadi males dengerin ), suka nunda-nunda ngerjain tugas, kebanyakan tidur di kos, dll. Astaghfirullah…

Pinginnya kalau nggak merhatiin dosen pas kuliah tuh ya waktunya dipake buat do something yang bermanfaat, bukannya buat bengong nggak jelas. Tapi nggak bisaaaaa… Mau ngapain coba? Nyalain laptop terus ngoding atau baca-baca diktat kuliah? Yakali….! Nggak enak lah sama dosennya.. Hmm..

Balik lagi ke topik anak-anak kelas 12 tadi. Saat ini, mereka lagi berjuang keras dan mereka nggak bisa berjuang sendirian. Perlu perjuangan juga dari orang-orang di sekitar mereka: guru-guru yang bersedia memberi bimbingan saat mereka butuh, orang tua yang selalu menyemangati, teman-teman seperjuangan yang saling menguatkan, dll. Aku, sebagai tutor mereka, merasa bahwa aku juga harus ikut berjuang. Caranya dengan membantu mereka untuk lebih memahami pelajaran. Aku melihat peluang untuk diriku bisa bermanfaat bagi orang lain di sini. Aku ingin berkontribusi dalam pencapaian sukses mereka. Ya Allah, luruskan niatku dalam membantu mereka dan ridhoi setiap usaha yang mereka lakukan, aamiin.


Bandung, 3 Oktober 2013

Jumat, 23 Maret 2012

HAI, PEMUDA !!

image was taken from somewhere

Beberapa hari yang lalu, saya dibuat bosan dengan berita di TV. Kenapa? Karena isinya hanya didominasi oleh dua hal: kecelakaan plus korbannya dan demo mahasiswa di seantero negeri untuk memprotes kenaikan BBM.

Yang jadi fokus saya adalah yang kedua.

Semua berita tentang demo mahasiswa selalu disertai dengan tayangan bentrok antara mahasiswa dengan aparat juga aksi bakar-bakaran dan anarki yang lain. Itukah wajah mahasiswa Indonesia era kini? Aksi protes mereka itu lho, kok kayak bukan orang terpelajar. Meski berdalih bahwa mereka muak dengan tingkah laku 'lakon atas' di negeri ini, tetap saja tindakan mereka itu tidak bisa dibenarkan [to my opinion]. 

Mereka malah rugi sendiri. Aspirasi belum tentu didengar, tapi harus berurusan dengan polisi. Dan tak menutup kemungkinan mahasiswa-mahasiswa 'vokal' itu harus dikenai pasal tindak pidana, hmmm...

Bukannya saya menyalahkan sikap kritis mereka. Tapi, apakah mereka tidak punya cara yang lebih elegan untuk menyampaikan aspirasi? Untuk membangun Indonesia jadi lebih baik?

Lagipula, aksi demo mereka itu - kalau dipikir-pikir - nggak relevan dengan isi protes mereka. Judulnya demo protes kenaikan harga BBM tapi mereka berbondong-bondong ke kantor DPR untuk menurunkan foto pak Presiden yang digantung di dinding. Apa hubungannya coba?

Lepas dari rencana kenaikan harga BBM, pastinya mahasiswa-mahasiswa itu tahu dong kalau stok minyak mentah di dunia ini semakin menipis... Apa mereka tidak tergerak untuk mencari solusi bahan bakar alternatif? Kenapa mereka seperti terfokus pada kenaikan harga BBM? 

Menurut saya, mereka terlalu fokus pada masalah. Padahal seharusnya kita fokus pada solusi, bukan pada masalah.

Kata bung Karno, "Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia." Tapi kalau pemudanya macam pendemo-pendemo anarkis itu, yang sering berpikiran pendek itu, bisakah dunia ini berubah jadi lebih baik?

image source

... sebuah reminder,
semoga diri ini bisa jadi PEMUDA yang bermanfaat...

Selasa, 21 Februari 2012

العصور الذهبية للمسلمين The Golden Ages




Cahaya benderang di Abad Kegelapan... yang kini tampak meredup, namun tetap merupakan dasar kebenderangan era kini..

_____________________________

Ayo nyalakan lagi cahaya itu!!! Dan jaga agar jangan sampai padam...

Rabu, 18 Januari 2012

The Power of The Dream - Celine Dion

Beberapa hari belakangan ini, hampir setiap kali saya mendengarkan radio favorit [MH FM 92.1] di jelang maghrib, suara Celine Dion merasuk lewat indera pendengaran saya. 

Eh, awalnya saya gak tahu kalau itu suaranya Celine Dion. Yang jadi perhatianku hanyalah bahwa lagu itu bagus, enak didengar, dan ada kata-kata yang sangat dalam maknanya buatku : The Power of The Dream. Yeah, semenjak saya baca tetralogi Laskar Pelangi nya Andrea Hirata, saya jadi tertular virus sang Pemimpi. Sang Pemimpi yang selalu percaya bahwa impiannya bisa jadi kenyataan. If you can dream it, you can do it !!!

Nah, tahun 2012 ini akan jadi tahun yang penting untuk saya mengingat di tahun ini saya musti berhasil mengerjakan 'soal-soal penentu masa depan' [baca: UN dan SNMPTN]. Saya jadi ingat, masa-masa 3 tahun lalu, di mana saya juga harus mempersiapkan diri untuk UN. Waktu itu ada satu lagu yang saya jadikan salah satu charger motivasi dan semangat saya. Lagu itu adalah Hero, yang dinyanyikan oleh Mariah Carey.

Semenjak jatuh hati sama lagunya Celine Dion, The Power of The Dream ini, saya pun menjadikannya sebagai salah satu charger motivasi dan semangat saya tahun ini. Haha, walaupun itu termasuk lagu lawas [dirilis tahun 1996 boz!]. Saya nya saja yang baru denger sekarang XP

Ini liriknya...[taken from here]

Deep within each heart
There lies a magic spark
That lights the fire of our imagination
And since the dawn of man
The strenght of just "I can"
Has brought together people of all nations

There’s nothing ordinary
In the living of each day
There’s a special part
Every one of us will play

Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
As the world gives us its best
To stand apart from all the rest
It is the power of the dream that brings us here

Your mind will take you far
The rest is just pure heart
You’ll find your fate is all your own creation
Every boy and girl
As they come into this world
They bring the gift of hope and inspiration

Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
The world unites in hope and peace
We pray that it will always be
It is the power of the dream that brings us here

There’s so much strength in all of us
Every woman child and man
It’s the moment that you think you can’t
You’ll discover that you can

Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
The world unites in hope and peace
We pray that it will always be
It is the power of the dream that brings us here

Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
The world unites in hope and peace
We pray that it will always be
It is the power of the dream that brings us

The power of the dream
The faith in things unseen
The courage to embrace your fear
No matter where you are
To reach for your own star
To realize the power of the dream
To realize the power of the dream

Just believe that there's nothing ordinary in this life, that there's a special role for each of us. Ya, setiap manusia itu berbeda. Tidak ada yang sama persis. Dan skenario Allah untuk setiap manusia di bumi ini telah ia rancang sedemikian indahnya. Hanya DIA yang tahu relasi antara peran kita dengan peran orang lain. Kata teman saya: 

"...setiap orang itu butuh orang lain. Sangat mungkin bahwa di masa depan nanti, ketika tiba saatnya bagi kita untuk memasuki dunia kesuksesan, yang membuka pintu kesuksesan itu bukan kita sendiri, melainkan orang lain. Begitu pula sebaliknya..."

...
The power of the dream
The faith in things unseen
The courage to embrace your fear
No matter where you are
To reach for your own star
...

Just believe in HIM, Who always listens to my du'a, our du'a. Nothing's impossible for HIM. 

Walaupun hasil Try Out SNMPTN kemarin menyatakan bahwa saya belum lulus untuk kedua pilihan saya, saya yakin jika saya terus berusaha, berlatih setiap hari, lebih mendekatkan diri kepadaNYA dengan memperbesar intensitas ibadah, DIA pasti akan memberi saya jalan. 

Allaahu yaa Rabbiy, hamba sangat ingin jadi mahasiswa STEI ITB... boleh yaa? :)



Setelah sekian lama tak posting..

Jumat, 28 Oktober 2011

Dongkrak Percaya Diri

"Bagaimana perasaanmu?"

"...tak kupungkiri, aku senang. Namun percayalah padaku, ada terselip rasa tak enak hati selalu..."

"Lalu, apa yang akan kau lakukan? Kau tahu kan, di luar sana banyak sekali yang berharap untuk bisa menyamai langkahmu?"

"...entahlah. Aku ini bukan orang yang pandai bergaul. Aku ingin membantu mereka. Namun aku selalu saja merasa kurang percaya diri untuk sekedar mengulurkan tangan, menggenggam tangan mereka untuk kuajak berlari bersama. Aku takut menerima penolakan, walau belum pasti jua aku akan ditolak. Aku hanya berani menggenggam tangan mereka yang telah secara langsung memanggilku. Karena bersama mereka, pasti tidak akan ada penolakan..."

"Lakukan saja! Beranikan dirimu untuk mendahului mengulurkan tangan. Kalaupun mereka menolak menggenggam tanganmu, biarkan! Yang penting kau telah berinisiatif menolong."

"....."

"Lakukan saja!"

"...akan kucoba, Insya Allah..."




Do whatever you wanna do, as long as it is good for you and others and it doesn't oppose His rules.


Pagi hari Jum'at
83 tahun pasca Soempah Pemoeda
semoga aku dan pemuda Indonesia bisa membawa perubahan yang baik
untuk Indonesia

PS. terpaksa mengundurkan deadline yang telah ditetapkan sendiri, tapi saya janji, ini kali terakhir saya mengundurkan deadline...!!!

13 days remain...

Kamis, 15 September 2011

=) FOR US (=

"Koq kamu bisa semangat banget sih?"

"Ada motivasi tersendiri, koq.. hehe"

"Bagi tips dong...? Aku koq males-malesan terus gini yaa...?"

"Hmm, emangnya kamu gak punya motivasi? Apa tujuan hidupmu? Apakah dengan bermalas-malasan tujuan hidupmu itu akan tercapai? Kamu gak pingin masuk surga? Jangan males-malesan dooong... :D"

"Menurutmu, penyebab rasa malas itu apa?"

"Kayaknya itu relatif deh... tiap orang beda-beda"

"ooooh"

"Jika kau bersikap lunak kepada dirimu sendiri, maka dunia ini akan keras terhadapmu. Jika kau bersikap keras kepada dirimu sendiri, maka dunia akan terasa lunak bagimu."

"Oke deh... I'll try... Moga aja bisa"

"Harus bisa dooong.. gak boleh pesimis... :D"

~~~~~~~~~

Selasa kemarin, di tengah-tengah pelajaran bahasa Indonesia, saya dapat kata-kata bagus nih...

"Kita sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat"
[Cerdas Berbahasa Indonesia untuk SMA kelas XII, halaman 115]

Cocok !!!

Cocok dengan apa yang saya yakini. Saya percaya bahwa setiap manusia itu punya potensi luar biasa. Setiap manusia dapat memperoleh apa yang diinginkannya asal mau berusaha dan berdoa.

Kalau kita pernah mewujudkan 'kejayaan' di masa lalu, maka sekarang pun kita pasti bisa meraih 'kejayaan' sejenis, atau bahkan 'kejayaan' yang lebih jaya lagi.

Mungkin kita pernah merasa kurang percaya diri dengan kemampuan yang kita miliki. Kita pun bebas untuk memilih cara menanggapinya: mengiyakan saja atau menjadikannya motivasi untuk upgrade diri.

Pilih yang mana? 

Yang pertama...? Berarti kita hanya tinggal menerima 'kenyataan' bahwa kita kurang mampu. Kenyataan yang sebenarnya [mungkin] tidak nyata, mengingat kita punya potensi dahsyat.

Yang kedua...? Berarti kita harus berusaha untuk membuktikan kepada diri sendiri bahwa penilaian kita selama ini keliru. Bahwa ternyata kita bisa mendapatkan sesuatu yang kita impikan, yang dulu hanya berani kita impikan. Tak pernah kita berani, bahkan untuk sekadar membayangkan impian itu berhasil kita jadikan nyata. Dulunya...

Kalau menurut saya pribadi.. Pilihan yang kedua lebih keren, hehe :D

~~~~~~~~~

"Jangan menganggap remeh diri sendiri karena setiap orang memiliki potensi yang tak berhingga"
[Perspektif Matematika 3, halaman 54]

~~~~~~~~~

Kudedikasikan untuk semua yang membaca entry ini...

Dan untuk seorang teman...: Yakinlah bahwa kamu bisa !! Karena aku sendiri yakin bahwa kau bisa... Bukankah kita ini pernah berdiri bersama dengan predikat juara yang sama? Lalu, kenapa kau kini biarkan aku sendiri mempertahankan predikat itu? Kenapa kau enggan untuk kembali merasakan kejayaan masa lalu itu? Adakah kemudharatan di dalamnya? Bahkan kau terkesan pesimis setiap kali kulihat akan melangkah...

Semoga tulisan ini bisa menjadi motivasi bagi yang menulis dan yang membaca. Ingat, kita baru bisa berleha-leha setelah kita berada di SURGA, jannatillah... :D

Senin, 02 Mei 2011

[mencarimakna] Perfectionist

Nothing is perfect in this world, but the best does exist here, I know…
I want to be the best, so I often try to be perfect, am I wrong?
But, the way to get the perfection is hard, yeah…
And it drives me insane…
So, I’m often trapped in laziness…
On the end, I always hurt to race against the limit…
Apa perfeksionis itu? Apakah ia mengharapkan kesempurnaan?

Itu tergantung orang yang memilikinya (karakter perfeksionis). Tapi rasa-rasanya, mayoritas perfectionist people itu sebenarnya tidak mengharapkan kesempurnaan, melainkan berharap untuk menjadi yang terbaik di antara yang lain. Oleh karena itu, mereka berusaha meminimalisir kesalahan dan kekurangan dengan 'mengejar' kesempurnaan.

Pastinya, usaha dalam mengejar kesempurnaan ini tidaklah mudah. Banyak hal yang harus diperhatikan, harus teliti dalam melangkah. Dan apa jadinya jika karakter perfeksionis itu didampingi dengan sifat malas???

Rasanya menyiksa sekali... [source: pengalaman pribadi]

Diri ini seperti terbelah. Di satu sisi, kita ingin hasil kerja kita nantinya menjadi yang terbaik. Di sisi lain, kita malas menempuh tebing curam menuju puncak kesempurnaan yang memang tak mungkin dicapai namun harus tetap dikejar untuk jadi the best.

Akhirnya, seringkali hasilnya nanti jadi 'netral', not the worst nor the best, just so so...

So, what should we do in this case?

Mari berteori...

Pertama-tama, rancang step-step kita untuk mengejar kesuksesan. Kiasannya, kita tentukan rute yang akan kita tempuh untuk berusaha mencapai puncak kesuksesan.

Kedua, laksanakan step-step tersebut dengan disiplin. Misalnya saja, jika kita telah mentargetkan 100 langkah pendakian untuk satu hari, maka kita harus melaksanakannya, tak lebih tak kurang. Jika lebih, bisa jadi hasil akhirnya nanti kurang maksimal. Jangan terlalu ngoyo! Jika kurang, secepatnya dilunasi! Supaya pekerjaan tetap selesai tepat waktu.

Ketiga, refresh motivasi. Tak jarang pula [bahkan sering] di tengah pendakian kita merasa hilang harapan. Kita mulai meragu akan diri sendiri. Mulai merasa diri sendiri tidak akan bisa memenuhi target yang diharapkan. Itulah perlunya refresh motivasi. Caranya? Tergantung masing-masing individu dong... Tapi mungkin, cara ini bisa dicoba: membaca [get to know] kisah-kisah inspiratif orang lain, tak harus orang terkenal, boleh juga kisah-kisah teman kita sendiri. Cara lainnya lagi: mengingat kejayaan masa lalu. Misalnya saja, dulu kita pernah berhasil mendekati puncak kesuksesan, lalu kenapa sekarang tidak? Pasti bisa dong...

Keempat, jangan lupa berdo'a. Ora et labora. Ikhtiar tak lengkap tanpa do'a. Bagaimanapun kita ini manusia yang lemah. Yang perlu bantuan Sang Pemilik dan Penguasa Yang Maha Segalanya.

Kelima, kalau sudah sampai di limit tertinggi yang bisa dicapai, jangan pernah berpuas diri [sombong]. Ingat, di atas langit masih ada langit dan manusia bukan makhluk sempurna.

Yeah, semoga saja teori ini bisa diterapkan... =)

Sabtu, 19 Maret 2011

About MATURITY

Hoho.... Malem-malem gini masih melek... Maksain diri buat ngMP, sekaligus rehat [baca: menjauhkan diri] dari kesibukan mengerjakan tugas sekolah yang rasa-rasanya nggak ada habisnya meski setiap hari sudah dipaksakan untuk dilahap sedikit demi sedikit... Huft...

Topik kali ini adalah tentang kedewasaan, maturity...

Saya selalu kesengsem sama orang yang menurut saya 'dewasa'. Menurut saya, mereka itu cool alias keren. Ini nih pendapat saya tentang MATURITY:

  • When you can control the time you have, you are mature.
  • When you can kill the laziness inside yourself, you are mature.
  • When you can solve your problem without panic, you are mature.
  • When you do obey the God's rules, you are mature.
  • When you can survive without bothering other person so much, you are mature.
  • When you love someone but you can control it, you are mature.--->maksudnya nggak sampai terjebak dalam cinta buta
  • When you have many things to do and you can do it all professionally, you are mature.
  • When you can make money for yourself, you are mature.--->sama aja dengan bertahan hidup tanpa terlalu merepotkan orang lain, dalam konteks ini orang tua
  • When you can control your emotion, you are mature.
  • When you can interact with other people well, you are mature.
  • When you can control your desires, you are mature.--->ngontrol nafsu maksudnya
  • When you can survive without your family [ex: study abroad alone], you are mature.
  • When you know well your duties and do it all sincerely, you are mature.
  • When you aren't spoil anybody else, you are mature.
  • When you know your talents and you can make it useful [for you and human being], you are mature.
  • When you spend your days [even your holiday] to make something useful, you are mature.
  • When you can forgive people who hurts you without any desire to revenge, you are mature.

Yupz... itu opini saya tentang sesuatu bernama kedewasaan.

Jujur, saya mengakui bahwa saya belumlah dewasa. Saya masih sering bertingkah kekanak-kanakan. Tapi, saya sangat ingin menjadi pribadi yang dewasa. Saya pun memulai perburuan kedewasaan. Dan salah satu tangkapan saya dari perburuan tersebut adalah kata-kata ini:

Kedewasaan itu bukan masalah usia
atau pengalaman.

Kedewasaan itu masalah pengendalian diri.

Mau bicara yang kasar dan norak; tahan,
pikirkan akibatnya, bayangkan penyesalannya.

Mau marah; tahan dan tunggulah sebentar,
lalu sampaikan harapan Anda dengan sabar.

Selalu, hanya katakan dan lakukan yang baik, ... itu!
{Mario Teguh}


Well, sederhana memang... Hanya katakan dan lakukan yang baik. Namun saya kira prakteknya tidak akan sesederhana itu. Meski demikian, kita harus berusaha terus untuk mendewasakan diri sendiri. Karena kita tidak pernah tahu kapan usia kita akan berakhir, dan dengan memiliki kedewasaan, kita dapat mengisi hidup kita yang singkat ini dengan banyak hal yang bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Sabtu, 12 Maret 2011

Ikhtiar Melawan Futur-isme

Mengarungi samudra kehidupan
Kita ibarat para pengembara
Hidup ini adalah perjuangan
Tiada masa 'tuk berpangku tangan

Setiap tetes peluh dan darah
Tak akan sirna ditelan masa
Segores luka di jalan Allah 'kan menjadi saksi pengorbanan

Belakangan ini saya suka mendengar senandung haroki itu. Lirik dan hentakan lagunya penuh dengan semangat. Namun sayang, senandung ini belum bisa menuntun saya keluar dari lembah ke-futur-an.

Tugas-tugas sekolah yang menumpuk, saya telantarkan di kamar. Belum ada secuil niat pun untuk melahap mereka. Padahal deadline nya tinggal seminggu. Dan saya sadar sepenuhnya bahwa tugas-tugas ini adalah tanggung jawab saya. Bagian dari amanah orang tua. Serta salah satu jalan bagi saya untuk melaksanakan perintah Allah: menuntut ilmu.

Selain itu, kualitas ibadah saya juga sedang berada di kurva turun. Astaghfirullah...

Saya sudah berikhtiar untuk men-delete futur ini. Saya browsing artikel-artikel yang sekiranya bisa memotivasi saya. Saya baca lagi untaian kata penyemangat yang pernah saya berikan kepada teman. Salah satunya adalah ini:

"Jika kau bersikap lunak pada diri sendiri, maka dunia luar akan bersikap keras kepadamu. Jika kau bersikap keras pada diri sendiri, maka dunia luar akan bersikap lunak kepadamu."

Intinya, kita harus memaksa diri sendiri. Kita harus punya ambisi. Kita harus menerapkan disiplin militer terhadap diri sendiri.

Dan saya belum berhasil memaksa diri saya sendiri.

Motivasi lainnya, dari petuah imam Syafi'i:

"Singa jika tak tinggalkan sarang, tak akan dapat mangsa,
Anak panah jika tidak tinggalkan busur, tak akan kena sasaran."

Maksudnya, kita harus bergerak untuk mencapai tujuan. Kalau saya ingin tugas saya selesai, maka saya harus mengerjakannya. Tugas-tugas itu tak mungkin selesai dengan sendirinya.

Sekali lagi, saya belum berhasil memaksa diri untuk bergerak.

Tadi, saya juga memandangi piala-piala yang telah saya raih semenjak SD. Representasi kejayaan masa lalu saya. Namun kini?

Saya sadar bahwa prestasi saya sedang turun. Sering saya diikutkan lomba antar sekolah. Tapi saya mengikuti lomba itu tanpa mengharapkan kemenangan. Malah cenderung menyiapkan diri menerima kekalahan. Di mana semangat juang saya? Di mana semangat saya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan?

Astaghfirullah...

Rabu, 08 Desember 2010

Hay, Kau Masih Sebatas Bermimpi!

free glitter text and family website at FamilyLobby.com

"Apa cita-citamu?"
"Ilmuwan."
"Dalam bidang apa?"
"Kimia."

NONSENSE!!!

Benarkah itu yang kau cita-citakan? Ataukah itu hanya kata-kata yang tersimpan di memori otakmu, yang kau gunakan untuk menjawab pertanyaan yang sama, agar kau terlihat sebagai orang yang punya tujuan hidup?

Jangan-jangan, kau tidak paham hakikat cita-cita yang sesungguhnya? Jangan-jangan kau hanya asal comot saja?

Ilmuwan kau bilang? Apa yang sudah kau lakukan untuk mewujudkannya, huh? Kau pikir kau bisa mencapainya dengan malas-malasan bersekolah? Dengan menunda-nunda menyelesaikan tugas kewajibanmu? Dengan terlalu banyak bercanda, tertawa, dan melakukan hal-hal tak bermanfaat lainnya? Melahap detik demi detik hanya dengan mematung raga? Atau kau pikir, kini belumlah saatnya untuk mulai merealisasikan citamu? Kau pikir, kau hanya perlu memikirkan tentang perealisasian citamu ketika kau sudah lulus sekolah nanti? Kau pikir merealisasikan cita-cita itu mudah ya?

TIDAK!!! Untuk dapat memanen cita-citamu, kau harus telaten merawatnya. Kau harus mau setiap hari menyiraminya, memupuknya, dan menjaganya dari berbagai hama. Kau tidak bisa mengharapkannya langsung menyata tanpa melakukan usaha sedikitpun! So, wake up girl!

"Setelah lulus SMA nanti, aku mau masuk ke FMIPA Matematika UGM. PMDK..."

OH YEAH???!!!

Jika kau inginkan itu, apa yang telah kau lakukan untuk mendapatkannya? Bahkan jika diberi soal tentang persamaan lingkaran saja, kau tak bisa menyelesaikannya. Yakin kamu mau masuk FMIPA? Yakin kamu bisa dapat PMDK? Ok, mungkin kamu yakin, dan aku yakin kamu yakin. Karena aku tahu, kau adalah tipe orang yang selalu percaya pada harapan-harapan. Tapi, cobalah kau tengok usahamu dulu!!! Sudah pantaskah usahamu dibayar dengan apa yang kau inginkan tersebut, hah?

"Setelah lulus kuliah, aku akan meneruskan studiku ke Sorbonne... Beasiswa penuh..."

REALLY???!!!

Kau yakin Sorbonne mau menerima orang seperti kau? Orang yang terjangkit penyakit malas stadium akhir. Orang yang kinerja otaknya seperti koneksi internet yang lola [loading lama]. Sadarlah!!! Bangunlah!!! Sorbonne tidak akan mengulurkan tangannya untuk orang-orang seperti itu!!!

Hay, kau masih sebatas bermimpi! Bangunlah segera!

Jumat, 03 Desember 2010

It Can't Wait

Kau adalah orang yang bisa, mau, dan setia menanti

Kau rela mendengar tiap detik berlalu, hanya mendengar

Kau rela berhenti tanpa mengerjakan apapun, hanya bernafas dan melamun

Kau rela berlama-lama berdiam, mematung jasad, melanglang jiwa

Kau setia dengan penantian akan sesuatu yang mungkin tak akan pernah ada

Kau lamban!!!

GET UP!!!

Meski kau bisa, mau, dan akan setia menanti

Tapi di luar sana ada sesuatu yang tidak bisa menanti

Detik-detik waktu tak akan melambatkan lajunya demi menantimu menggeliat

Mimpi-mimpi hidupmu tak bisa menanti tanpa kepastian pernyataan

Dan semua prestasi, tidak akan hanya diam menunggu

Semua itu harus dikejar!!! Bukan ditunggu!!!

Maka cepatlah bangun!!! Jangan banyak melamun!!!

Lari!!!

'Cause the time can't wait for you...

Minggu, 28 November 2010

About My New Love

Holla!! \(^.^)/
Berjumpa lagi dengan SAYA yang masih agak-agak puyeng mikir tes Fisika tadi [hahaha]
Well, meski puyeng, SAYA paksakan ngetik postingan baru deh buat blog ini. Karena SAYA sadar, blog ini telah lama merindukan belaian kasih sayang SAYA [sok tau XP]

Kali ini, SAYA mau cerita tentang New Love SAYA...

Yups, baru saja, cinta SAYA kembali bersemi... Kali ini hati SAYA memerah jambu karena jumpa dengan banyak orang-orang luar biasa dari berbagai penjuru Indonesia Raya... Simak cerita SAYA, ya...

$$$ Jum'at, 19 November 2010 $$$
Rasa-rasanya hati SAYA telah terbelah. Dan yang SAYA genggam hanyalah setengahnya. Dengan setengah hati itulah SAYA mulai long journey to Jakarta! Yeah...

Q: Ngapain ke Jakarta?
A: Buat ikut Seleksi Nasional Youth Exchange and Study (YES) =D

Yups... Alhamdulillah, alhamdulillahi robbil'alamiin.... SAYA bisa lolos seleksi sampai tahap nasional guys! SAYA sudah mulai berkecimpung dalam seleksi program pertukaran pelajar ini sejak bulan Mei, alias paruh awal tahun ini. Dan sekarang, di paruh akhir tahun ini SAYA masih bisa bertahan bersama 193 pelajar lain yang tersebar di seluruh Indonesia. Fiuuuh.... Sekali lagi, alhamdulillah...


Q: So, kenapa setengah hati gitu berangkatnya?
A: Coz, waktu belom berangkat pun, SAYA udah kangen sama temen-temen sekolah... huwaaa...

Tapi, SAYA tetap berangkat sobat... Dan SAYA tidak menyesal berpisah dengan temen-temen sekolah selama beberapa hari demi bertemu dengan orang-orang luar biasa, New Love SAYA...

$$$ Malem Sabtu, @Stasiun Tawang, Semarang $$$
Di antar oleh Yangti, Oom, dan sepupu, kami tembus cuaca Semarang yang saat itu sedang hujan demi mencapai stasiun Tawang yang lokasinya terletak sekitar 7 Km dari rumah Yangti.

Sampai di sana, kami harus nunggu beberapa jam sebelum akhirnya SAYA naik kereta ke Jakarta... =)

Udah gitu, SAYA langsung bobok dah di kereta.... XD

$$$ Sabtu, 20 November 2010: It's Jakarta!!! $$$
Hoahm, setelah menempuh perjalanan selama kurleb 9 jam, akhirnya kaki SAYA kembali menginjak Jakarta setelah kunjungan terakhir SAYA ke ibukota 3 tahun lalu!

Capek dan masih bau, kami [para peserta seleksi batch 3] naik taxi menuju WISMA HANDAYANI, tempat tinggal kami sampai Senin nanti...

Di sana, SAYA pun mulai mendapat kenalan baru. Sosok-sosok luar biasa dari Salatiga, Purwokerto, Magelang, Temanggung, Surabaya, Malang, Makassar, bahkan Papua! Whoa....

Sumpah ya, bersama mereka, SAYA kembali tersadarkan bahwa SAYA itu masih bukan siapa-siapa. Bahwa SAYA itu tak punya apa-apa untuk dibanggakan, disombongkan.

Setelah puas melepas lelah [ok, sebenarnya SAYA masih capek waktu itu], kami pun mulai prosesi seleksinya. Jadwalnya hari itu adalah dinamika kelompok. Dinamika kelompoknya dua kali, sore sama malem.

Yang SAYA dapat dari seleksi ini...
Hidup setiap orang di dunia ini pastilah berbeda. Dan dengan mengetahui beberapa 'aliran' hidup yang berbeda dari beberapa orang, SAYA bisa lebih mudah menilai 'aliran' hidup SAYA sendiri. Selain itu, SAYA juga jadi termotivasi untuk menjadi orang yang lebih baik lagi setelah mendengar beberapa kisah hidup orang-orang luar biasa itu.
Yang kedua, untuk menghadapi aneka problematika hidup ini, kita harus bisa berpikir cepat dan gesit bertindak.
Yang ketiga, dalam suatu kerja kelompok, kita bekerja untuk kelompok. Bukan untuk kepentingan diri sendiri.

Selesai dinamika kelompok kedua, kita langsung balik ke kamar. Pinginnya sih langsung banting badan di spring bed yang tersedia, tapi kita masih punya tugas sob! Kita harus jawab semua pertanyaan Lembar Kerja yang harus dikumpulkan esok pagi. Gampang koq soalnya, tapi ya itu, kita udah capek.... ngantukk... hoahm

$$$ Ahad, 21 November 2010: Wonderful day!!! $$$
Hari ini jadwalnya kita untuk diwawancara. SAYA dapat shift pagi. Betapa senangnya! Itu artinya, siang harinya SAYA bebas mau ngapain aja. Dan rencana SAYA yang nomor satu tentu saja: TIDUR!! [haha, dasar emang kebo!!]

Saya diwawancara sama orang Indonesia asli [ada peserta lain yang diwawancara sama bule, bukan sembarang bule lho, dari US Embassy bo!!!].

Wawancaranya seru... Saya sama sekali tak grogi... Santai atmosfernya... Berasa kita lagi sharing sama temen aja... =)

Sorenya, habis molor entah berapa jam lamanya, SAYA nonton kawan-kawan yang tadi wawancara bareng SAYA main tenis. Sumpah, ngakak SAYA lihat mereka main tenis. Habisnya mereka kayak main badminton sih... hehe, bayangin aja, tinggi net tenis paling sekitar 1 meter, eeee.... mereka pada mukul bolanya tinggi-tinggi banget, sampai ada yang nyasar ke lantai empat!! Ckckck....

Selaen itu, mereka kentara banget jarang main tenis... SAYA berasa nonton adu servis doank... jarang bolanya bisa bolak-balik tanpa dijeda servis, haha [tak bermaksud mengejek kawan.... SAYA sendiri juga tak bisa main tenis koq... I just told the humor... ^^V]

Malemnya.... wuiiiih, bener-bener tak terlupakanlah....

Sebenernya jadwal kita adalah debriefing. Tapi di cancel. Ya udah deh, kita kumpul-kumpul aja di ruang makan. Ada yang main piano, saxo, violin, main sulap juga ada. Keren-keren dah pokoknya!!

$$$ Last day: Senin, 22 November 2010 $$$
Di hari seleksi yang terakhir ini, kita mengerjakan SLEP test, semacam TOEFL gitu lah...

Selesai SLEP, kita pun melepas kangen dengan semua alat elektronik kita [selama dikarantina, kita sama sekali tak boleh pegang alat elektronik semacam HP, camdig, iPod, dsb]

Kita foto-foto di ruang sesi...

Terus, sembari menunggu jemputan ke Gambir, kita kumpul-kumpul memanfaatkan saat-saat terakhir kita untuk bercanda bersama.... 

Whuaah.... sekarang hati SAYA juga lumayan berat buat balik ke Solo, pisah sama orang-orang luar biasa itu...

Kata-kata perpisahan kami saat itu adalah: "Met jumpa lagi di Orientasi ya!!"

PS: Now, I really miss you all, friends...

Minggu, 14 November 2010

Seleksi Nasional Youth Exchange and Study (YES) 2011-2012

Start:     Nov 20, '10 11:00a
End:     Nov 22, '10
Location:     Wisma Handayani, Jakarta
Alhamdulillah.... Saya bersyukur sekali bisa menapak hingga ke tahap ini... Sungguh saya terkadang masih sulit mempercayai panjangnya jejak yang telah saya bentangkan sejak saya memutuskan untuk ikut seleksi pertukaran pelajar ini... Tapi saya juga tahu pasti, rute di depan bukanlah rute yang mudah dan bisa disepelekan... Mungkin jika diumpamakan dengan pendakian gunung, saya kini telah tiba di bagian terjal lagi tinggi, batu padas di mana-mana, dan lapisan oksigen yang kian tipis... Yaa Muqiit, Yaa Qowiyy, kuatkan hamba untuk terus menapakkan langkah demi langkah ke depan... sungguh hamba mohon ya Allah, tuntun hamba di manapun di punggung bumiMu ini... Tenangkan selalu hati hamba setiap kali hati yang lemah ini tergetar cemas, takut, maupun khawatir... Hamba mohon, jagalah hamba agar dapat mempertahankan kejernihan akal hamba dalam menghadapi seleksi-seleksi di depan... Yaa Mujiib, kabulkanlah do'aku ini... aamiin

Jumat, 22 Oktober 2010

Wahai Jiwa, Jangan Kau Merasa Lelah!

"Oh, betapa aku telah usahakan yang terbaik,
masih saja ada cela dari mereka...
Aku lelah, dan cela mereka seakan ingin aku mati..."


"Wahai Jiwa, jangan kau merasa lelah!
Sejatinya kau tak boleh lelah, hingga kakimu menapak surga
Di dunia ini, biarlah sang Raga saja yang lelah..."


"Betapa aku telah lakukan banyak hal,
masih saja ada hal-hal lain yang harus kuselesaikan...
Sedang aku masih sakit, api semangatku padam...
Dan sang Raga juga masih letih..."


"Wahai Jiwa yang merasa sakit, yang semangatnya padam,
Biarkan Raga yang letih berbaring sejenak...
Itu adalah haknya sebagai hal yang tak abadi,
yang nantinya hancur jadi tanah...
Sedang engkau, wahai Jiwa...
Hakikatmu adalah abadi, mampu merasa hidup dunia dan akhirat
Maka, jangan kau merasa lelah, wahai Jiwa!"


"Betapa banyak yang membebani punggungku,
Berkali aku jatuh dan luka karenanya,
Aku telah bungkuk permanen,
Dunia ini jadi terasa semakin berat di pundakku..."


"Wahai Jiwa yang berkeluh kesah,
Jangan kau anggap apa yang di punggungmu itu sebagai beban,
Itu adalah bekal untuk tentukan hidup keduamu,
Manfaatkan dengan baik, 'tuk dapatkan Taman Terindah,
dan jauhi Api Terpanas..."


"Aku lelah dikejar Waktu,
Aku rindu saat untuk bersistirahat..."


"Wahai Jiwa, kini belum saatnya untukmu,
Lintasan larimu masih panjang,
Keluh kesah dan gerutu tak 'kan antar engkau ke finish,
Teruslah lakukan yang terbaik,
Jikapun cela tetap mendatangimu,
terimalah dengan lapang,
karena kau bukan Tuhan Yang Maha Sempurna..."

Rabu, 15 September 2010

Keep Holding On Mathematics!!!


Assalamu'alaikum!!!

Jumpa lagi dengan saya yang saat ini telah mulai khawatir. Ya... Khawatir, cemas, gundah, gelisah, waswas, ditambah frustasi.

???

Saya kehilangan sesuatu, sodara-sodara...! Sesuatu yang sejak dulu telah jadi bagian hidup saya. Sesuatu yang tanpanya, hidup saya terasa hampa.

???

Sesuatu itu adalah nafsu, sodara-sodara....! Lebih tepatnya nafsu saya untuk mengerjakan PR matematika!

MATEMATIKA!!!

Besok Sabtu (18/9) saya sudah masuk sekolah, dan PR matematika saya belum kelar!! Ada apa ini? Biasanya saya nafsu sekali sama yang namanya matematika... triple doubleyu dot me [www.me - a.k.a what's wrong with me] ???

Apakah karena fitrah lebaran saya kurang banyak? Atau gara-gara kue lebaran di rumah yang kurang? Atau...???

Hmph... ok, ok... sebenarnya saya sudah punya beberapa prediksi tentang kondisi pelik yang menimpa saya saat ini. Here they are:

>>>PRnya itu bab peluang. Pokok bahasan yang menurut saya kurang menarik, jika dibandingkan dengan materi sebelumnya, yaitu trigonometri. Hadhudhuh...

Tapi bagaimanapun, peluang itu juga bagian dari matematika, bagian dari true love saya. Jadi, saya harus bisa menerimanya dengan lapang dada. Harus!!!

>>>Mungkin saya ini kecapekan. Capek dengan segala kesibukan yang ada hubungannya dengan sekolah. Energi saya sudah terkuras di hari-hari pertama liburan karena saya jadi panitia di dua event besar yang berurutan.

Tapiii, peristiwa itu sungguh sudah lama sekali. Apakah anda percaya bahwasanya saya masih capek?? Bahkan diri saya sendiri pun meragukannya... ckckck...

*sigh*

Apapun penyebab hilangnya nafsu saya terhadap matematika, malam ini, saya telah memaksa diri untuk bangkit menanggulangi hal tersebut. Tadi, selama kurang lebih satu setengah jam, saya paksa diri saya sendiri untuk konsentrasi menghitung jawaban dari beberapa soal.

dan Alhamdulillah...

PR saya sudah melewati masa kritis. Memang belum selesai semua. Tapi saya tetap senang karena telah berhasil untuk bersikap keras kepada diri sendiri.

Seperti quote yang saya baca tadi pagi di site ini:

"Jika kita lunak di dalam, dunia luar akan keras kepada kita. Tapi, jika kita keras di dalam, dunia luar akan lunak kepada kita."

Kata-kata tersebut, sedikit-banyak telah menginspirasi saya. Telah memotivasi saya untuk bersikap lebih keras kepada diri sendiri.

Yeah!! Saya harus setia!! Setia pada true love saya: MATEMATIKA!!!



[Chimie]
You're not alone, together we stand
I'll be by your side, you know I'll take your hand
When it gets cold and it feels like the end
There's no place to go, you know I won't give in
No, I won't give in

[Mathematics]
Keep holding on
Cause you know we'll make it through, we'll make it through
Just stay strong
Cause you know I'm here for you, I'm here for you

Keep Holding On Mathematics!!!


PS: Song title "Keep Holding On", Avril Lavigne
Dinyanyikan secara duet oleh
Chimie dan Mathematics

Minggu, 15 Agustus 2010

Hidup Paralel

This time, I want to share something I got from my friends...

[sebelumnya, mari kita simak prolog berikut...]

Tadi, sepulang sekolah, jadwalku adalah liqo'... Nah, dari sinilah aku mendapat sesuatu yang insya Allah bermanfaat bagi kita semua... Makanya, aku memutuskan untuk share di sini...

[oke, cukup prolognya... masuk ke fokus...]

>>>>>M A N A J E M E N   W A K T U<<<<<

Bicara soal waktu, pasti ada hubungannya dengan jatah umur a.k.a jatah hidup di dunia ini. Karena sejatinya, hidup di dunia ini hanyalah sebentar saja. Hanya seperti orang yang mampir minum atau sopir angkot yang lagi ngisi bensin di pom. Hidup kita ini amat singkat, hanya di antara adzan dan sholat. Ketika lahir kita diadzani dan ketika meninggal kita disholatkan. Dan seperti lirik senandung "Tuhan Ampuni Aku" yang disenandungkan oleh Fazan ft. Tompi:

Tahukah kita semua
Bahwa sesungguhnya hidup tak kan pernah abadi
Mungkin bila waktu t'lah menjawab
Maka Tuhan ampuni aku

Well, mengingat waktu yang sangat singkat inilah, apa kita bisa mencapai semua ingin kita di dunia ini? 

Sulit... Apalagi kalau kita menjalani pola hidup serial. Misalkan saja saya [jujur, saya masih berpola hidup serial... namun, sudah bertekad untuk mengubahnya dengan pola hidup paralel]. Sekarang, saya fokus ke studi saya di SMA dengan target bisa naik ke kelas XII dan lulus SMA, mendapat nilai UN terbaik tingkat kota, dan lolos seleksi PMDK fakultas FMIPA [UGM or ITB]. Setelah itu, saya akan fokus ke kuliah saya, supaya bisa lulus cum laude, jayyid jiddan. Terus, saya akan fokus untuk membangun karir. Baru setelah saya sukses, saya mulai memikirkan soal pasangan hidup. Belum lagi tentang punya anak dan sebagainya.

Nah, itu kan angan-angan saya dalam pola hidup serial. Dalam pola hidup serial, waktu yang kita butuhkan bisa jadi lebih lama daripada dalam pola hidup paralel. Soalnya, dalam pola hidup serial, sebelum satu target tercapai, kita tidak akan mulai menggapai target yang lain. Padahal, kita nggak bisa menjamin batas waktu tercapainya target yang satu itu bukan?? Bisa jadi cepat, sesuai rencana ataupun lambat?? Kita tak tahu... Bisa jadi kita sudah meninggal terlebih dahulu sebelum kita mumtaz jayyid jiddan. Atau sebelum kita menikah mungkin??

Dari penjelasan singkat mengenai hidup serial itu, jadi tampaklah kelebihan hidup paralel. Contoh hidup paralel: sekolah sambil bekerja, kuliah sambil berkarir, menikah sembari melanjutkan S2, dan sebagainya. Dengan menerapkan pola hidup paralel, waktu yang kita punya bisa dimanfaatkan dengan lebih efisien.

Dan... mulai sekarang, saya akan berupaya menerapkan pola hidup paralel... Bismillahirrohmanirrohim...