Tampilkan postingan dengan label ilmiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmiah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Maret 2011

Minggu, 15 Agustus 2010

Atom dan Molekul Cinta

Aku ingin cintaku dan dia kelak seperti ikatan kovalen,
yang saling membagi elektron agar bisa stabil.
Bukannya ikatan ion,
yang memberi dan menerima elektron,
bukan membaginya, dan otomatis atom harus menjadi ion dulu,
menanggalkan hakikat jati dirinya.

Aku ingin molekul cinta kami kelak:
berikatan hidrogen, berantai panjang, dan bermassa relatif besar,
Sehingga titik didihnya tinggi,
amaaaaaaat tinggi, agar tak bisa diuapkan.

Meski demikian, aku ingin atom cintaku ada di golongan VIII A,
golongan gas mulia yang stabil,
yang elektron-elektronnya setia pada proton-proton di inti,
sehingga sulit membentuk ikatan dengan yang lain.

Aku ingin molekul-molekul cintaku dan dia,
berikatan dengan gaya tarik dipol-dipol.
Tidak terima hanya gaya dispersi yang lemah,
maupun gaya tarik dipol terimbas yang hanya sementara.



...dibuat beberapa jam sebelum ulangan kimia, dengan analogi "CINTA"... 

[sueeeeer, cuma analogi doank... no more than it... dan "dia" bagiku masih abstrak]

Kamis, 12 Agustus 2010

Pembahasan Tes Kemampuan Bab 3 (Buku Perspektif Matematika 2, Platinum)

Allright.... Dengan susah payah, saya posting pembahasan beberapa soal [jangan harap semua soal!!!] pe-er matematika di blog ini... lebih tepatnya di attachment... silakan cermati, pahami, dan jika kalian merasa ada yang salah dari pembahasan soal ini, silakan kontak saya... [pegimanapun saya masih manusia yang bisa salah....XD]

klik aja attachment yang extension-nya docx


ato kalo kamu pake ms word 2003, klik yang extension-nya doc

NB: attachment ini berisi pembahasan soal nomor 10, 12, 15, 21, 29
jika kamu menginginkan pembahasan soal-soal yang lain... silakan request lewat FB saya... =) 

Jumat, 09 April 2010

Seleksi OSN tingkat Kota Surakarta

Start:     Apr 17, '10 07:00a
Bismillah..... Ya Allah, hamba mohon permudahlah ikhtiyar hamba, hamba mohon jadikanlah kesempatan ini sebagai pembelajaran bagi hamba, untuk menjadi lebih baik, bantu hamba untuk memijak 'anak tangga' ini demi mencapai cita-cita di atas sana: menjadi master of mathematics.... aamiin

Senin, 23 Maret 2009

Penerapan Bioteknologi Konvensional dalam Pembuatan Tape Singkong

Bioteknologi? Apaan tuh?

Buat yang belum tau apa yang dimaksud bioteknologi, nich aku kasih penjelasannya: (ehem..ehem..)

“Bioteknologi adalah pemanfaatan prinsip-prinsip ilmiah dalam menggunakan organisme untuk menghasilkan produk dan jasa guna memenuhi kebutuhan manusia” (Istamar Syamsuri, dkk: 2007)

Simpelnya, bioteknologi itu salah satu cara yang bisa ditempuh manusia untuk memenuhi kebutuhannya dengan memanfaatkan makhluk hidup lain (tumbuhan atau hewan) atas dasar keilmuan (ilmiah). Hehehehe, bukannya bermaksud mendiskriminasi makhluk lain nich… Mengingat dunia seisinya memang diciptakan untuk mencukupi kebutuhan manusia, maka cara ini tidak bisa digolongkan sebagai penindasan / perbudakan / pendiskriminasian / sejenisnya. Hehehehehe…

Bioteknologi itu sendiri ada yang konvensional dan ada yang modern. Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang dilakukan berdasarkan pengalaman yang diwariskan secara turun-temurun (aku juga curiga, jangan-jangan bioteknologi konvensional juga ditemukan secara tak sengaja alias tanpa perencanaan sama sekali. Kalo emang iya, Alhamdulillah, thanks Allah…). Sedangkan bioteknologi modern adalah bioteknologi yang dilakukan atas hasil penelitian lebih lanjut oleh para ahli. 

Tanpa basa-basi lagi, mari kita masuk ke pokok bahasan kita! Taraaaa…….

Dalam pembuatan tape singkong, bioteknologi yang kita gunakan adalah bioteknologi konvensional. Organisme yang akan kita gunakan adalah strain jamur Saccharomyces cerevicea, salah satu makhluk hidup anaerob (tidak memerlukan oksigen untuk mendapatkan energi). Proses yang akan terjadi adalah fermentasi, yaitu proses pembebasan energi oleh jamur tersebut.

Alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat tape singkong ini:

  1. Singkong (Of course!).
  2. Strain jamur Saccharomyces cerevicea atau yang biasa disebut ragi. Biasanya dijual dalam bentuk bulatan pipih seperti Vitacimin (maaf, bukan bermaksud mempromosikan…). Untuk satu kilogram singkong, cukup memakai seperempatnya saja.
  3. Air secukupnya.
  4. Pisau, sendok.
  5. Kompor dan dandang untuk mengukus.
  6. Besek untuk tempat menyimpan singkong selama diperam. Perlu diperhatikan, meskipun Saccharomyces nggak butuh oksigen, tetapi ventilasi udara tetap diperlukan dalam pemeraman ini. Celah-celah pada besek dapat berfungsi sebagai jalan keluar dari panas yang dihasilkan oleh aktivitas jamur ini sehingga panas nggak terperangkap di dalam.
  7. Daun pisang untuk melapisi besek.

Nah, abis nyiapin bahan-bahannya, it is show time! Ayo kita mulai bikin tapenya! Ini nich, step-step-nya:

  1. Siapkan bahan dan alat.
  2. Kupas singkong, potong-potong, cuci, lalu kukus singkong hingga seluruh bagian singkong terasa lunak.
  3. Lapisi dasar besek dengan daun pisang yang sudah bersih lalu tata singkong di atas daun tersebut.
  4. Haluskan ragi yang masih berbentuk padat sampai menjadi bubuk halus.
  5. Taburkan ragi secara merata ke seluruh singkong. Pemberian ragi dapat juga dilakukan dengan cara dilumurkan secara merata ke seluruh singkong.
  6. Bagian atas kita lapisi lagi dengan daun pisang lalu tutup beseknya dengan rapat.
  7. Diamkan (peram) selama kurang lebih 1-2 hari. Dalam jangka waktu ini, jamur Saccharomyces akan melakukan reaksi dengan singkong dan mengubah zat tepung dari singkong tersebut menjadi zat gula.
  8. Setelah diperam selama ±2 hari, tape singkong pun siap disantap! Tapi, don’t forget to pray first!

Berdasarkan pengalamanku membuat tape singkong ini, ada beberapa tips yang mungkin bisa bermanfaat buat kalian (yang belom pernah bikin tape tapi punya niat buat segera nyoba):

  1. Sebaiknya singkong dipotong dengan ukuran sedang, jangan terlalu besar. Hal ini penting diperhatikan supaya setelah dikukus seluruh bagian singkong terasa empuk (empuknya merata, nggak cuman di luarnya aja). Kalau yang empuk cuman bagian luarnya, proses fermentasi yang dilakukan oleh jamur akan kurang sempura.
  2. Peram singkong di dalam besek! Jangan di dalam tempat tertutup seperti toples! (Seperti yang udah aku jelasin tadi…)
  3. Letakkan besek yang berisi singkong yang sedang diperam itu di tempat yang hangat! Suhu hangat cocok untuk perkembangbiakan jamur ini.
  4. Jaga kesterilan / kebersihan alat dan bahan yang digunakan! Jangan sampai ada alat yang berminyak atau basah. Alat / bahan yang basah karena terkena air hujan dapat menggagalkan proses fermentasi.
  5. Perhatikan betul perbandingan antara singkong dan ragi yang digunakan supaya tape yang dihasilkan sesuai dengan harapan kita.
  6. Taburkan ragi secara merata supaya seluruh bagian tape terasa manis.

Oke, mungkin baru ini yang bisa aku bagi ke kalian. Aku sadar banget kalau masih banyak kekurangan di tulisan ini. So, I’m sorry and I hope you don’t mind to leave your comment for this article. Merci…